IHSG Ditutup Lompat 1,22% Kembali ke 8.031
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lompat 96,61 poin atau melesat 1,22% pada akhir perdagangan hari ini, Senin (9/2/2026). Indeks berakhir terapresiasi ke level 8,031,87.
Sebanyak 433 saham naik, 252 turun, dan 136 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 17,75 triliun, melibatkan 40,54 miliar saham dalam 2,27 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun naik menjadi Rp 14.567 triliun.
Mayoritas sektor perdagangan menguat hari ini, dengan apresiasi terbesar dibukukan oleh sektor energi, barang baku dan properti. Adapun hanya sektor kesehatan dan finansial yang tertekan hari ini.
Saham-saham konglomerat tercatat menjadi penopang kinerja IHSG hari ini, dengan kontribusi indeks poin paling besar disumbang oleh emiten tambang batu bara Grup Sinar Mas (DSSA), disusul oleh tambang emas Grup Saratoga (EMAS) dan tambang emas Grup Bakrie (BRMS).
Emiten lain yang menguat signifikan dan ikut menjadi penopang IHSG termasuk DCII, AMMN, MDKA, PANI, AMRT, BUVA dan BUMI
Saham EMAS tercatat naik 15%, saham RATU naik 13%, PANI 10%, DSSA 9%, DEWA 8%, BRMS 7%, MDKA 7% dan BUMI 6%,
Sementara itu saham blue chip, khususnya sektor perbankan menjadi pemberat utama kinerja IHSG dengan Bank Central Asia (BBCA) menyumbang pelemahan terbesar ke IHSG hari ini.
Pelaku pasar keuangan akan menghadapi pekan yang padat dengan agenda rilis data ekonomi makro dari sejumlah negara ekonomi utama dunia. Sepanjang pekan ini, investor akan mencermati perkembangan indikator ekonomi dari Indonesia, Amerika Serikat (AS), dan China yang dijadwalkan rilis secara berurutan.
Rangkaian data ini dinilai krusial karena akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi daya beli masyarakat, stabilitas harga, serta situasi pasar tenaga kerja yang menjadi landasan kebijakan bank sentral.
Pergerakan pasar saham dan nilai tukar diperkirakan akan merespons realisasi data-data tersebut sebagai penentuan arah konsensus pasar pada pekan depan setelah dinamika pasar domestik yang cukup volatil.
Akhir pekan lalu Pasar keuangan Indonesia masih akan mengalami tekanan setelah lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody's) menurunkan outlook kredit Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pekan lalu buka suara mengenai Moody's Ratings yang menurunkan peringkat outlook pemerintah Indonesia menjadi negatif dari stabil.
Dia mengatakan outlook negatif itu karena kurangnya penjelasan dari pemerintah dan lembaga pengelola investasi baru, yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Airlangga menyebut APBN tahun ini memang "agak berbeda" karena banyak mengelontorkan program unggulan Prabowo. Seperti di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan untuk pelayanan masyarakat.
Sedangkan penggerak pertumbuhan adalah investasi melalui Danantara, dari sebelumnya dilakukan melalui APBN. Menurut Airlangga, keberadaan Danantara memungkinkan reformasi terhadap badan usaha milik negara (BUMN) agar bisa bergerak seperti sektor swasta.
Sementara itu, pasar saham Jepang melonjak ke rekor tertinggi pada hari Senin, memimpin kenaikan di kawasan Asia setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengamankan kemenangan pemilu yang bersejarah.
Partai Demokrat Liberal yang berkuasa meraih supermajority atau kemenangan mutlak dua pertiga anggota DPR yang berisikan 465 kursi, menurut laporan penyiar publik NHK.
Kemenangan telak bagi Takaichi akan menjadi "hasil terbaik" bagi pasar dalam jangka menengah, karena investasi strategis dan reformasi pajak akan memperkuat pasar ekuitas, kata Sree Kochugovindan, ekonom riset senior di Aberdeen Investments.
Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 5,6% hingga melampaui 57.000 untuk pertama kalinya, sementara Topix naik lebih dari 3%, juga mencatat rekor tertinggi.
Yen Jepang menguat menjadi 156,88 terhadap dolar AS. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka 10 tahun naik hampir 4 basis poin menjadi 2,274%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka 20 tahun bertambah sekitar 3 basis poin menjadi 3,158%.
Pemerintahan Takaichi telah mendapatkan momentum yang lebih kuat untuk mengejar pergeseran besar menuju kebijakan fiskal proaktif, yang didukung oleh mandat publik yang jelas, demikian diutarakan oleh Crédit Agricole CIB dalam sebuah catatan.
Presiden AS Donald Trump mengucapkan selamat kepada Takaichi atas kemenangannya dalam sebuah unggahan di TruthSocial.
"Dia adalah Pemimpin yang sangat dihormati dan sangat populer. Keputusan Sanae yang berani dan bijaksana untuk menyerukan Pemilu membuahkan hasil yang besar," tulisnya. "Rakyat Jepang yang luar biasa, yang memilih dengan antusiasme yang begitu besar, akan selalu mendapatkan dukungan kuat saya."
Pemilu ini menyusul gejolak politik tahun lalu, ketika LDP kehilangan mayoritasnya di Majelis Tinggi (DPD), dan kekalahan di Majelis Rendah (DPR) pada tahun 2024, yang mendorong Perdana Menteri saat itu, Shigeru Ishiba, untuk mengundurkan diri pada bulan September.
Pasar Asia lainnya juga diperdagangkan lebih tinggi, dengan Kospi Korea Selatan melonjak 4,15%, sementara Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil bertambah 2,97%.
S&P/ASX 200 Australia naik 1,65% pada perdagangan awal. Kontrak berjangka Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 27.053 dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 26.559,95.
(fsd/fsd)