Kebiasaan Sejak Kecil Warga RI Ini Ternyata Bikin Susah Kaya

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 08/02/2026 06:00 WIB
Foto: Lo Kheng Hong (CNBC Indonesia/Houtmand P. Saragih)

Jakarta, CNBC Indonesia — Kebiasaan menabung kerap ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Rupanya menabung tidak selamanya baik.

Anggapan ini datang dari investor kawakan Lo Kheng Hong. Dia menilai kebiasaan menabung selama ini malah berpotensi menyebabkan sengsara di masa depan, alih-alih membuat kaya.

Menurut dia, menabung atau menyimpan uang di bank malah membuat investor perlahan jatuh miskin karena nilai uang selalu turun akibat tergerus inflasi.


"Menyimpan uang di bank sebetulnya membuat kita miskin secara pelan-pelan karena nilai uang kita semakin hari semakin turun," kata Lo Kheng Hong, dikutip Sabtu (7/2/2026).

Selain mengkritisi kebiasaan menabung, Lo Kheng Hong menganggap membeli obligasi atau surat utang juga bukan pilihannya dalam mengelola keuangan. Sebab, bunga dari hasil pembelian surat utang atau obligasi itu ia anggap kecil.

Lo Kheng Hong hanya tertarik membeli saham karena terbukti membuatnya kaya dan memiliki harta ratusan miliar. Dia pernah cuan besar dari saham PT United Tractors Tbk (UNTR) yang merupakan momen awal dirinya mengeruk keuntungan besar dari investasi saham.

Dia mengungkapkan alasan utama yang membuat dirinya berinvestasi saham, khususnya di Indonesia.

"Bursa saham Indonesia menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa saham utama di dunia bagi investor jangka panjang. Sudah terbukti! Saya bersyukur saya ada di dalamnya," kata dia.

Hingga saat ini, kata Lo Kheng Hong, hampir 99% masyarakat Indonesia tidak percaya kalau investasi saham adalah pilihan terbaik. Masyarakat lebih menempatkan uang di bank atau dibelikan properti, dibanding beli saham.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Uji Urgensi Kenaikan Free Float Saham RI