MARKET DATA

PTBA Perkuat Ekosistem Hilirisasi Bauksit, Ini Buktinya!

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
06 February 2026 20:38
PTBA
Foto: dok PTBA

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, turut berperan strategis dalam mendukung keberhasilan pengembangan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, melalui penyediaan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari ekosistem hilirisasi mineral nasional, PTBA berperan dalam memastikan ketersediaan sumber energi (Power Solution) untuk memenuhi kebutuhan operasional Smelter Aluminium.

Fasilitas yang telah menjadi penghubung penting dalam rantai pasok pengolahan dan pemurnian bauksit - alumina - aluminium secara terintegrasi di Indonesia ini memiliki kapasitas pengolahan mencapai 3 juta ton bauksit menjadi 1 juta ton alumina per tahun. Selanjutnya, 1 juta ton alumina itu akan diolah menjadi 600 ribu ton aluminium.

Proyek ini juga akan menjadi motor bagi penciptaaan potensi peningkatan kesempatan kerja lebih dari 65.000 tenaga kerja. Tidak hanya bagi sektor pertambangan, tetapi juga bagi sektor industri terkait hingga infrastruktur daerah dan UMKM yang masuk dalam rantai ekosistem hilirisasi bauksit - alumina - aluminium ini.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menekankan bahwa pengembangan ekosistem terintegrasi ini menjadikan sumber daya mineral tidak lagi sekadar komoditas ekspor mentah, melainkan bahan baku strategis yang mendukung transformasi industri nasional.

"Melalui Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit-Alumina-Aluminium ini kita berupaya mewujudkan transformasi industri yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional," jelas Rosan dalam keterangan resmi, Jumat (6/2/2026).



Sementara itu, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menegaskan komitmen Grup MIND ID dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral secara bertanggung jawab dan memastikan kekayaan alam dapat diolah di dalam negeri agar mampu menciptakan multiplier effect ekonomi yang baik dalam mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Proyek ini adalah karya anak bangsa. Inilah bentuk kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan Negara, demi peradaban masa depan Indonesia," pungkas Maroef.

Oleh karena itu, penyediaan energi yang stabil menjadi faktor krusial dalam menjamin keberlangsungan proses pengolahan bauksit menjadi alumina hingga aluminium, yang membutuhkan suplai energi dalam skala besar dan berkesinambungan.
Direktur Utama Perusahaan, Arsal Ismail, menegaskan keterlibatan Perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi proyek strategis nasional di Mempawah merupakan bentuk sinergi antaranggota Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

"PTBA berkomitmen untuk mendukung program strategis hilirisasi nasional melalui penyediaan energi yang andal, efisien, dan berdaya saing. Dukungan energi bagi Pengolahan dan Pemurnian Alumina-Aluminium Terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan Perusahaan dalam memperkuat rantai pasok industri dan ketahanan energi nasional sekaligus mendorong percepatan hilirisasi industri berbasis sumber daya alam serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," ujarnya.



Keberadaan pasokan energi dari PTBA tidak hanya menopang operasional fasilitas pemurnian namun juga berkontribusi pada terciptanya kepastian investasi, peningkatan daya saing industri aluminium nasional, serta penguatan kemandirian industri strategis Indonesia. Apalagi pasokan energi yang nantinya akan disediakan Perusahaan ini memakai teknologi yang canggih dan ramah lingkungan.

Melalui dukungan energi yang terintegrasi dengan proyek hilirisasi bauksit-alumina-aluminium, PTBA menegaskan perannya sebagai pilar penting dalam mewujudkan transformasi industri nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden, untuk memperkuat kemandirian energi dan industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri.

(dpu/dpu)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos PTBA Buka-bukaan Alasan Laba Anjlok 59% di Semester I-2025


Most Popular
Features