14:29
Video: Kebutuhan Gas Bumi Lokal Naik, Bisnis Angkutan LNG Meroket
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah RI terus mendorong produksi dan pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi transisi menuju Net Zero Emission 2060. Meski demikian keterbatasan infrastruktur pipa gas maupun distribusi gas alam cair atau LNG masih menjadi tantangan Indonesia untuk mengembangkan sektor gas bumi.
Direktur PT GTS Internasional Tbk (GTSI), Dira K. Mochtar mengatakan prospek sektor gas bumi di Indonesia masih sangat baik, salah satunya ditopang peningkatan permintaan gas alam cair atau LNG (Liquefied Natural Gas). Hal ini ditopang kondisi geografi RI sebagai negara kepulauan, sehingga LNG menjadi solusi bagi distribusi gas yang tidak bisa semuanya disalurkan melalui pipa gas.
Konversi gas alam ke LNG menjadi solusi distribusi Gas di Indonesia sehingga saat permintaan naik maka layanan transportasi gas alam cair (LNG) menjadi ikut meningkat. GTS Internasional Sebagai perusahaan pelayaran yang menyediakan layanan pengangkutan, penyimpanan dan distribusi LNG ikut mengalami peningkatan permintaan.
Namun saat ini bisnis angkutan LNG terdapat tantangan terkait perubahan sistem distribusi LNG, jika sebelumnya lebih banyak angkutan ekspor dengan kontrak jangka panjang. Sehingga saat kebutuhan dalam negeri meningkat maka terjadi shifting termasuk kontrak angkutan menjadi lebih pendek.
Seperti apa strategi bisnis angkutan LNG di tengah lonjakan permintaan gas bumi dalam negeri? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur PT GTS Internasional Tbk (GTSI), Dira K. Mochtar dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 06/02/2026)