BRI MI Sebut Volatilitas Pasar Jadi Momentum Penguatan Fundamental

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Kamis, 05/02/2026 16:35 WIB
Foto: Dok BRI Manajemen Investasi

Jakarta, CNBC Indonesia - PT BRI Manajemen Investasi (BRI MI) menilai dinamika pasar saham yang terjadi seiring penyesuaian kebijakan dari penyedia indeks global MSCI merupakan momentum penting untuk memperkuat transparansi, tata kelola, serta daya saing pasar modal nasional di tingkat global. Di tengah meningkatnya volatilitas, BRI-MI memandang penting bagi pelaku pasar dan investor untuk menempatkan pergerakan tersebut dalam konteks yang lebih luas. Perubahan komposisi indeks global kerap dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis dan global, namun tidak serta-merta mencerminkan ketahanan ekonomi suatu negara secara menyeluruh.

Chief Investment Officer BRI-MI Herman Tjahjadi, menyampaikan volatilitas pasar tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

"Reaksi pasar terhadap penyesuaian indeks global merupakan hal yang lumrah. Namun dalam perspektif jangka menengah hingga panjang, fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga dan aktivitas bisnis terus berjalan," ujar Herman dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2028).


Sejalan dengan hal tersebut, BRI-MI menilai bahwa kondisi pasar yang dinamis justru dapat menjadi fase pembelajaran bagi investor untuk kembali meninjau strategi investasinya. Fokus pada tujuan keuangan, disiplin terhadap rencana investasi, serta pemahaman atas profil risiko menjadi kunci dalam menghadapi berbagai fase pasar.

Chief of Sales BRI-MI, Yulius Hartono, menegaskan bahwa dinamika pasar menjadi pengingat penting bagi investor untuk meningkatkan kualitas pengelolaan investasinya.

"Volatilitas pasar mengingatkan kita bahwa investasi bukan soal bereaksi cepat terhadap pergerakan jangka pendek, melainkan soal kesiapan strategi investor dan disiplin dalam menjalankannya," ujar Yulius.

Dia menambahkan bahwa BRI-MI terus mendorong investor untuk semakin meningkatkan pemahaman terkait tujuan investasi dan profil risiko secara menyeluruh, tetapi juga membangun literasi serta strategi jangka panjang yang terukur, seiring dengan proses pendewasaan investor dalam mengelola portofolio dan mengambil keputusan investasi yang semakin matang.

Dalam kondisi pasar yang berfluktuasi, BRI-MI menilai pendekatan diversifikasi portofolio dan pemilihan instrumen yang selaras dengan profil risiko investor tetap relevan untuk menjaga keseimbangan investasi. Pengelolaan portofolio yang adaptif, namun tetap berbasis pada perencanaan jangka panjang, menjadi fondasi penting dalam menghadapi siklus pasar.

Instrumen dengan karakteristik risiko relatif rendah, seperti Reksa Dana Pasar Uang, dapat berperan dalam menjaga likuiditas dan stabilitas portofolio. Sementara itu, Reksa Dana Pendapatan Tetap dapat menjadi alternatif bagi investor yang menginginkan potensi imbal hasil yang lebih stabil dalam jangka menengah.

"Reksa Dana Pasar Uang seperti Reksa Dana BRI Seruni Pasar Uang III, BRI Seruni Likuid Dolar (BSLD) dan Reksa Dana Pendapatan Tetap seperti Reksa Dana BRI Melati Pendapatan Utama dapat berperan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas portofolio, sementara investor dengan horizon jangka panjang dapat memanfaatkan pendekatan bertahap dan konsisten untuk menghadapi siklus pasar," tutur Yulius.

Melalui pendekatan tersebut, BRI-MI berkomitmen untuk terus mendampingi investor dalam membangun kualitas investasi yang berkelanjutan, dengan mengedepankan semangat Investasi Naik Kelas seiring dengan perkembangan dan pendewasaan pasar modal Indonesia.


(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BRI Bayar Dividen Interim Rp 20,6 Triliun