MARKET DATA

Bursa Asia Dibuka Melemah Tersengat Kinerja Buruk Wall Street

Redaksi,  CNBC Indonesia
05 February 2026 08:40
A currency trader talks near the screens showing the Korea Composite Stock Price Index (KOSPI), right, and the foreign exchange rates at the foreign exchange dealing room in Seoul, South Korea, Wednesday, May 27, 2020. Major Asian stock markets have declined as US-Chinese tension over Hong Kong competes with optimism about recovery from the coronavirus pandemic. (AP Photo/Lee Jin-man)
Foto: Korea Composite Stock Price Index (KOSPI. (AP/Lee Jin-man)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebagian besar pasar Asia-Pasifik turun pada hari Kamis karena aksi jual saham teknologi di Wall Street semakin intensif, dengan aset digital mata uang kripto juga turun.

Penurunan terbesar dicatatkan oleh saham Advanced Micro Devices (AMD) yang anjlok 17% setelah perkiraan kuartal pertamanya yang mengecewakan. Broadcom dan Micron Technology juga mengalami kerugian besar, masing-masing turun 3,8% dan 9,5%.

Bitcoin turun lebih dari 3%, berada sedikit di atas level $73.000, setelah sebelumnya jatuh di bawah angka tersebut.

Di Asia, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,31% karena perusahaan raksasa chip Samsung dan SK Hynix masing-masing turun 3,61% dan 4,56%. Perusahaan lain yang mengalami penurunan terbesar termasuk raksasa pertahanan Hanwha Aerospace, yang turun 4%.

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka menguat sangat tipis. Perusahaan investasi SoftBank Group Corp turun hingga 5% setelah penjualan lisensi kuartal ketiga perusahaan perancang chip Arm meleset dari perkiraan. Indeks Topix yang berbasis luas berada di wilayah positif, naik 0,47% dan mencapai rekor tertinggi.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,18%, terbebani oleh saham-saham energi.

Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.534, lebih rendah dari penutupan terakhir HSI di 26.847,32.

Semalam di AS, S&P 500 merosot 0,51% untuk kerugian berturut-turut, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,53%, dan Nasdaq Composite turun 1,51%.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Asia Kompak Merosot Usai Wall Street Tumbang


Most Popular
Features