Bank Dunia Ungkap Tantangan RI Jadi Negara Maju

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 03/02/2026 16:05 WIB
Foto: Getty Images/Per-Anders Pettersson

Jakarta, CNBC Indonesia - World Bank atau Bank Dunia menilai Indonesia memerlukan mesin pertumbuhan ekonomi baru guna mencapai status negara berpenghasilan tinggi.

Pasalnya, mesin ekonomi Indonesia saat ini akan membuat posisi Indonesia sulit untuk mencapai target tersebut. Menurut Bank Dunia, mesin ekonomi yang akan menjadi motor pertumbuhan harus fokus pada peningkatan produktivitas dan inovasi.


"Apa yang membawa Indonesia saat ini tidak akan dan tidak bisa membawanya ke status negara berpenghasilan tinggi," ujar Lead Country Economist World Bank untuk Indonesia dan Timor Leste David Knight, Indonesia Economic Summit 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Dalam hal ini, dia mencontohkan korporasi di Indonesia. Dari temuan Bank Dunia, korporasi besar di Indonesia kurang produktif dan dinamis dibandingkan dengan korporasi besar di negara yang sekelas dengan Indonesia. Padahal korporasi yang produktif sebenarnya menjadi pemicu penciptaan lapangan kerja, pekerjaan yang lebih baik dan pertumbuhan.

"Sebenarnya perusahaan besar dan lama di Indonesia cenderung lebih kurang produktif," katanya.

Knight menuturkan Bank Dunia menemukan ada cakupan dalam hal produktivitas perusahaan ini yang perlu diperbaiki, terutama dari sisi lingkungan yang kompetitif. Adapun kendalanya tidak hanya dari sisi aturan, tetapi 'level of playing field' yang harus ditegaskan dan dijalankan.

Hal ini terjadi di sejumlah sektor, termasuk keuangan, barang dan jasa. Inilah yang menurut Bank Dunia sebagai penyebab tingginya tenaga kerja informal di Indonesia. Dari definisi International Labour Organization (ILO), 83% pekerja di Indonesia berada di sektor informal.

"Ini salah satu yang tertinggi di negara dengan ekonomi besar di dunia," kata Knight.

Kondisi ini berkontribusi pada rendahnya penerimaan pajak, yang berarti hanya ada sumber terbatas bagi pemerintah untuk membiayai investasi dan mendorong pengembangan sistem keuangan. dan memperbaiki sistem.

Namun demikian, Knight menegaskan pesan utama bagi Indonesia adalah akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya sangat mungkin dicapai. Namun untuk mencapai itu diperlukan reformasi, tidak sekedar investasi semata.

Dia yakin jika pemerintah sukses menjalankan paket reformasi iklim usaha dan produktivitas yang disarankan Bank Dunia, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terkerek hingga 10% lebih tinggi.

"Jika Anda melihat dari implementasi lima tahunan, ini dapat diterjemahkan sebagai pertumbuhan 2% lebih tinggi tiap tahunnya. Jadi ini sangat signifikan," tegas Knight.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Membaca Arti Indonesia Incorporated