IHSG Tiba-Tiba Balik Arah Naik 1%, Ini Penyebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cukup volatil pada perdagangan hari ini. IHSG tercatat tiba-tiba melesat 1% lebih setelah sempat ambruk lebih dari 2% di awal sesi.
Diketahui pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026). Indeks dibuka turun 0,43% ke level 7.888,77 kondisi tersebut semakin para dengan 10 menit pasar dibuka, IHSG anjlok lebih dalam dan terkoreksi hingga 2,07% ke level 7.758,46.
Namun setelahnya indeks mulai bangkit memangkas koreksi hingga bergerak di zona hijau. Hingga pukul 10.44 WIB IHSG naik 1,07% ke level 8.007,65 atau melesat 295 poin dari level terendah perdagangan intraday hari ini.
Mayoritas saham atau 545 entitas berada di zona hijau dan 196 di zona merah.
Mengutip Refinitiv, energi menjadi sektor yang bergerak paling kencang, yakni 2,36%. Kemudian diikuti oleh bahan baku 2,18%, teknologi 1,94%, kesehatan 1,85%, properti 1,6%, dan konsumer primer 1,07%.
Penguatan IHSG hari ini terjadi karena kenaikan signifikan yang terjadi di saham-saham miliki konglomerat, termasuk Prajogo Pangestu, Grup Bakrie hingga Happy Hapsoro. Selain itu emiten tambang emas yang kemarin kompak merah, hari ini berbalik arah diperdagangkan di zona hijau.
Adapun DCI Indonesia (DCII) melaju kencang dan menjadi penggerak utama IHSG. DCII tercatat sudah naik lebih dari 12% dan berkontribusi 24,22 indeks poin.
Kemudian saham-saham Prajogo Pangestu, seperti Barito Pacific (BRPT) dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menyumbang 20,48 indeks poin.
Emiten milik Bakrie, Bumi Resources (BUMI) juga kembali bergerak hari ini. BUMI yang sudah naik lebih dari 10% mengerek IHSG 5,19 indeks poin.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan volatile pada hari ini. Dampak aturan MSCI hingga data ekonomi dalam dan luar negeri akan membayangi perdagangan bursa saham
Pemangku kepentingan pasar modal Indonesia menggelar pertemuan dengan MSCI pada Senin sore kemarin. Pertemuan ini digelar setelah bursa saham RI rontok karena adanya permintaan perubahan aturan dari MSCI.
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membidangi pengawasan aset kripto sekaligus pasar modal, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa diskusi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penyedia layanan indeks global MSCI berlangsung positif.
"Diskusi pertemuan dengan MSCI sangat baik. Kami sepakat untuk melanjutkan pembahasan di level teknis. MSCI juga memberikan guidance terkait metodologi dan perhitungan yang akan dilakukan," ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).
Hasan menegaskan, OJK bersama BEI akan menyampaikan pembaruan secara berkala terkait perkembangan komunikasi dengan MSCI, sejalan dengan komitmen transparansi yang terus didorong regulator dan otoritas bursa.
"Mudah-mudahan progresnya berjalan baik hingga evaluasi akhir," kata Hasan.
(mkh/mkh)