Bos Danantara Yakin IHSG Bakal Pulih Cepat

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Senin, 02/02/2026 17:45 WIB
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi dalam pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026). Indeks turun 4,88% atau -406,88 poin ke level 7.922,72.

Dengan demikian sepanjang tahun berjalan, IHSG sudah turun 9,44%. Penurunan paling dalam terjadi dalam lima hari terakhir. 

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani menilai bahwa IHSG akan pulih dengan cepat. Keyakinan tersebut berasal dari kondisi fundamental perusahaan di Indonesia sangat baik. 


"Kan fundamental perusahaan kita sangat baik, sangat kuat jadi kita yakini akan balik dengan cepat," katanya di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Senin (2/2/2026).

Terpisah, Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir mengungkapkan IHSG dalam tekanan usai pengumuman penyesuaian kebijakan free float oleh MSCI.

Menurutnya dari sisi perdagangan pasar modal secara keseluruhan memang menurun. Namun, saham-saham yang berfundamental kuat banyak diburu oleh investor asing di pertengahan perdagangan siang ini.

"Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif. Jadi ini menarik juga kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan hari Minggu kemarin malah memang sekarang mulai terjadi," ujarnya saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).

Sebaliknya, kata Pandu, saham-saham yang diperdagangkan dengan volume yang tinggi alias saham gorengan mengalami koreksi. "Memang banyak retail melihat nih banyak saham-saham yang kemarin saya bilang uninvestability atau saham-saham yang memang dengan valuasi yang sangat tinggi mengalami koreksi," ucapnya.

Ia menambahkan, fenomena gejolak pasar modal yang terjadi saat ini tidak perlu dikhawatirkan. "Tapi untuk saham-saham yang punya valuasi yang baik, fundamental yang baik, likuiditas yang baik, maybe it's a good time to buy," lanjutnya.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Danantara Angkat Suara soal Saham Gorengan