Pejabat Kemenkeu Ungkap Pentingnya Bank Bullion Bagi RI

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 17:30 WIB
Foto: Emas Batangan dan Koin dalam brankas Pro Aurum di Munich, Jerman pada 14 Agustus 2019. (REUTERS/Michael Dalder)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu, Pande Putu Oka Kusumawardani, tren 'jajan emas' mendorong pertumbuhan di sektor riil RI. Terlebih lagi, Indonesia tengah membentuk ekosistem bank bullion yang membutuhkan dukungan pasokan emas dari dalam negeri. 

Putu menilai penting diperhatikan kondisi perkembangan ekosistem emas sampai bisa menunjang nilai tambah akhir.


"Apalagi kemudian melalui UU P2SK diterbitkan 2023 plus ketentuan OJK kita punya kebutuhan untuk menunjang perkembangan ekosistem bank bullion," jelas Putu.

Dirinya menjelaskan bank bullion punya banyak fungsi diantaranya meningkatkan peran simpan, pembiayaan, perdagangan emas dan juga untuk pegadaian.

"Semua ini tentunya digunakan untuk menambah sumber akses keuangan bagi masyarakat RI," ujar Putu.

Dirinya melihat dengan adanya bullion bank ujungnya bisa meningkatkan sektor riil di Indonesia, karena semakin banyak akses keuangan sektor riil yang butuh modal, semakin banyak pula ruang alternatif pembiayaan.

"Harapannya juga bisa menumbuhkan perekonomian, GDP terdongkrak," terang Putu.

Oleh karena itu, Putu menilai RI perlu menjaga supply emas karena bermanfaat untuk menunjang industri perhiasan emas, penyerapan tenaga kerja dab industri berjalan dalam rantai ekosistem bank bullion.


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Uang Kartal BI Naik 12,09%, Transaksi Digital Tetap Melaju