Dian Swastatika (DSSA) Mau Stock Split 1:25, Catat Tanggalnya

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 30/01/2026 09:25 WIB
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Emiten milik Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), berencana melakukan pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:25. Rencana aksi korporasi ini dibahas dan meminta persetujuan terlebih dahulu kepada pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret 2026 .

Mengutip prospektus, manajemen DSSA menjelaskan, aksi korporasi ini dilakukan seiring harga saham perseroan yang relatif tinggi, sehingga nilai pembelian satu lot saham dinilai hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya likuiditas perdagangan saham DSSA di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melalui stock split, perseroan berharap harga saham DSSA menjadi lebih terjangkau dan dapat menarik basis investor yang lebih luas. Selain itu, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah pemegang saham serta mendorong volume perdagangan dan likuiditas saham.


Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada 30 Januari 2026, DSSA menyampaikan bahwa jumlah saham beredar akan meningkat signifikan dari yang saat ini 7,7 miliar saham menjadi sekitar 192,6 miliar saham setelah stock split nanti. Seiring dengan itu, nilai nominal saham akan turun dari Rp25 per saham menjadi Rp1 per saham.

"Pelaksanaan Stock Split tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio Stock Split, sehingga tetap mencerminkan nilai ekonomi yang setara sebelum Stock Split. Struktur kepemilikan saham tetap terjaga, sementara harga per saham menjadi lebih terjangkau," kata manajemen DSSA dalam keterbukaan informasi yang dikutip Jumat (30/1/2026).

DSSA juga mengungkapkan telah mengantongi persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atas rencana tersebut pada 20 Januari 2026. Adapun jadwal perdagangan saham dengan nominal baru direncanakan dimulai pada 7 April 2026, setelah berakhirnya perdagangan saham dengan nominal lama sehari sebelumnya.

Hingga saat ini, DSSA menegaskan tidak memiliki rencana aksi korporasi lain yang berpotensi memengaruhi struktur permodalan dalam enam bulan setelah pelaksanaan stock split.

Sebagai gambaran, DSSA terakhir ditutup di posisi harga 94.000 per saham pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Mengacu harga tersebut, harga saham nantinya akan menjadi 3.760 per saham usai pelaksanaan stock split.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sentimen MSCI Tekan IHSG - Investor Cermati Sinyal Suku Bunga