Rupiah Kembali Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp16.775
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (30/1/2026).
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan rupiah berada di level Rp16.775/US$ atau melemah 0,18% dari greenback. Setelah di perdagangan sebelumnya, rupiah harus terdepresiasi 0,27% ke posisi Rp16.745/US$ yang sekaligus mematahkan tren penguatannya dalam enam hari beruntun.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) per pukul 09.00 WIB terpantau tengah berada di zona positif dengan menguat 0,16% di level 96,430. Setelah di perdagangan sebelumnya, DXY melemah 0,17% ke level 96,283.
Pergerakan rupiah pada perdagangan terakhir pekan ini diperkirakan masih dipengaruhi sentimen eksternal hingga domestik. Di pasar global, dolar AS masih berada di jalur penurunan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut. Namun, volatilitas tetap tinggi seiring meningkatnya tensi geopolitik.
Tekanan muncul setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang berpotensi mengenakan tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. Langkah tersebut menambah daftar ketegangan geopolitik global yang sebelumnya melibatkan Iran, Venezuela, Greenland, hingga Eropa, dan sempat menggerus minat investor terhadap aset AS.
Laporan mengenai kemungkinan AS mempertimbangkan serangan terhadap Iran turut mendorong lonjakan harga minyak dan memberi tekanan tambahan pada indeks dolar AS. Meski demikian, dari dalam negeri AS, pasar sempat mendapat sentimen positif setelah tercapainya kesepakatan di Senat yang berpotensi mencegah penutupan sebagian pemerintahan federal.
Sejalan dengan itu, banyak yang menilai tren pelemahan DXY masih akan berlanjut yang dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ancaman militer AS terhadap Iran yang kembali menekan kepercayaan investor.
Dari dalam negeri, tekanan pada rupiah dinilai masih berpotensi datang dari arus keluar dana asing di pasar saham.
Tim riset Mega Capital Sekuritas menilai depresiasi nilai tukar belakangan ini masih dipicu outflow dari IHSG akibat kejutan MSCI yang mencapai Rp5,11 triliun. Mega Capital memperkirakan rupiah masih akan bergerak dalam rentang Rp15.750-Rp15.850/US$ pada perdagangan hari ini, meski pelemahan indeks dolar berlanjut tadi malam.
(evw/evw)[Gambas:Video CNBC]