Danantara Ungkap Arah Bisnis PGN, Tak Lagi Garap Bisnis Upstream
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyampaikan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) tidak lagi berfokus pada bisnis hilu atau upstream, melainkan pada bisnis midstream dan hilir atau downstream.
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan, langkah tersebut untuk mendukung program pemerintah di sektor energi.
"Di sektor energi seperti PGN akan bergerak di bisnis midstream dan downstream, bukan upstream lagi," kata Dony Oskaria di Jakarta, dikutip Kamis (29/1/2026).
Dony memaparkan, dalam meningkatkan ketahanan energi, khususnya dalam mengurangi impor dan subsidi LPG, pihaknya akan mendorong PGN untuk mengembangkan program jaringan gas rumah tangga.
"Trial pembangunan jaringan gas rumah tangga dilakukan di Batam. Setelah itu akan berlanjut ke 4 kota lainnya," ungapnya.
Tercatat, hingga tahun 2025, lebih dari 821 ribu rumah tangga di 18 provinsi dan 74 kota/ kabupaten. PGN juga membangun dan mengelola jaringan pipa transmisi serta pipa distribusi gas bumi sepanjang lebih dari 33.500 km, dimana ±19.700 km merupakan pipa jargas.
Dony menyebut, selain perluasan jargas rumah tangga, pihaknya juga mulai menyiapkan program Dimetil Eter (DME) untuk menggantikan ketergantungan penggunaan LPG rumah tangga yang sebagian besar harus diimpor.
"Groundbreaking proyek DME segera dilakukan pada akhir Januari atau awal Februari 2026 ini," tutupnya.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]