Rupiah Melemah 0,27% Lawan Greenback, Reli 6 Hari Akhirnya Patah
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah gagal melanjutkan momentum penguatannya dengan ditutup melemah dari dolar Amerika Serikat (AS).
Melansir data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis (29/1/2026), rupiah terdepresiasi 0,27% ke level Rp16.745/US$. Pelemahan ini sekaligus mematahkan tren penguatan rupiah yang sebelumnya berlangsung enam hari perdagangan beruntun.
Sejak pembukaan pagi, rupiah sudah langsung bergerak di zona merah. Rupiah dibuka melemah 0,24% di posisi Rp16.740/US$, lalu tertekan hingga sempat menyentuh Rp16.800/US$ sebelum kembali memangkas pelemahan menjelang penutupan.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB justru terpantau melemah 0,26% ke level 96,192. Meski demikian, tekanan pada rupiah masih terasa setelah pada sesi sebelumnya DXY sempat menguat 0,24% ke level 96,446, menyusul keputusan bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang menahan suku bunga acuan.
Pelemahan rupiah hari ini dinilai masih berkaitan dengan respons pasar atas sikap The Fed yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%. Keputusan tersebut diumumkan usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC) selama dua hari, Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia (30/1/2026), di tengah sorotan terhadap isu independensi bank sentral AS.
Dalam keterangannya, The Fed mengatakan keputusan menahan suku bunga dilakukan karena tiga faktor utama. Di antaranyadampak pemangkasan sebelumnya masih perlu waktu untuk dievaluasi, inflasi yang relatif tinggi, serta pasar tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda stabil dan solid.
Sikap The Fed yang cenderung akan menahan suku bunga lebih lama, membuat sebagian pelaku pasar kembali melirik aset berdenominasi dolar karena imbal hasil dinilai masih menarik.
Alhasil, tekanan jual kembali muncul pada sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Tekanan serupa juga terlihat pada beberapa mata uang, seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, hingga dolar Singapura yang ikut melemah terhadap greenback.
(evw/evw)