IHSG Trading Halt, Purbaya: Mungkin Orang Shock!
Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat tertekan sejak kemarin hingga pagi tadi, bahkan terkena trading halt atau penghentian perdagangan sementara selama 30 menit kini mulai mengalami pemulihan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai rebound dan menipiskan pelemahannya. Hingga pukul 10:48 WIB, IHSG tercatat melemah 6,73% ke level 7.760,48.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, tekanan IHSG yang terjadi hingga trading halt itu semata disebabkan sentimen negatif investor tentang isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Sebagaimana diketahui, MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Mungkin orang shock akan posibility apakah kita pasarnya dianggap pasar apa, frontier level, tapi saya yakin enggak akan turun ke sana karena pondasi kita bagus," ungkap Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Oleh sebab itu, ia menekankan, laju IHSG akan pulih dana dua hari ke depan. Terutama karena pemerintah dan Bank Indonesia ia pastikan terus berkomitmen mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga ke level 6% pada 2026.
"Karena fundamental kita enggak masalah kalau yang jatuh saham-saham gorengan kan sudah saya ingatkan dari dahulu bersihkan bursa dari saham gorengan, tapi kan yang besar-besar masih ada saham-saham yang bluechip itu kan naiknya belum terlalu tinggi, kalau anda takut lari saja ke situ," paparnya.
Terkati isu MSCI, Purbaya memastikan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentu akan mengambil sikap dan memperbaiki kekurangn di BEI. Ketua OJK Mahendra Siregar bahkan katanya akan ke BEI nanti siang.
"MSCI curiga. Itu saham goreng yang mereka minta lebih transparan saja. Penghitungannya nanti mungkin Pak Mahendra akan menjelaskan lebih detail. Apa yang akan diambil oleh OJK," ucap Airlangga.
(arj/mij)