CLOSE AD
MARKET DATA

Sebulan Berdiri, Bisnis Emas BSN Melesat 400%

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
29 January 2026 09:30
Bank Syariah Nasional. (Dok. Bank Syariah Nasional)
Foto: Bank Syariah Nasional. (Dok. Bank Syariah Nasional)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan bisnis emas melesat 400% hanya dalam sebulan resmi beroperasional. Bank syariah pelat merah pelat merah kedua itu mencatatkan realisasi pembiayaan emas kini telah tembus Rp50 miliar, dari yang awalnya sebesar Rp17 miliar.

Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta menyebut pertumbuhan tinggi itu menjadi modal kuat pihaknya untuk melakukan diversifikasi portofolio ke segmen non-KPR.

"Kita sekarang saja baru sebulan sudah naik ya dari Rp17 miliar jadi Rp 50 miliar setahun sudah hampir sekitar 400% naiknya," ujar Penta selepas Pembukaan BTN Expo 2026, Rabu (28/1/2026) malam.

Mencermati tren harga emas yang terus meningkat, BSN memasang target tinggi untuk tahun ini. Entitas usaha BTN itu menargetkan angka pengelolaan bisnis emas dapat mencapai Rp1 triliun.

"Kami 2026 ingin meningkatkan sampai dengan kurang lebih Rp 1 triliun lah gitu," tutur Penta.

Untuk mendorong bisnis logam mulia itu, BSN mengutamakan nasabah yang sudah ada atau existing. Di samping itu, Penta bilang pihaknya juga memperkuat kemitraan dengan para penyedia emas guna menjamin kualitas layanan terjaga.

Tidak hanya emas, BSN juga tetap mengandalkan bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Bank itu mencatatkan realisasi pembiayaan perumahan tumbuh di atas 20%.

"Tahun lalu itu kami paling banyak pertumbuhannya itu ada di KPR subsidi. Ternyata yang apa generasi-generasi muda sepertinya juga tertarik dengan prinsip syariah pertumbuhannya hampir di atas 20 persen kami untuk reimbursement-nya untuk realisasi kreditnya gitu," ungkap Penta.

Untuk tahun ini, BSN meraih tambahan kuota pembiayaan rumah subsidi. Tahun lalu, bank itu mendapat 59.000 kuota subsidi, tahun 2026 bertambah menjadi 73.000.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Nanobank Syariah Ambisi Naik Kelas, Ada Rencana IPO


Most Popular
Features