Thomas Blak-blakan Soal Proses Pencalonannya Jadi DG BI

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 28/01/2026 14:27 WIB
Foto: Deputi gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono berjabat tangan dengan Wakil Ketua Komisi I DPR yang juga adiknya Budisatrio Djiwandono dalam rapat paripurna DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Keuangan Thomas A.M. Djiwandono blak-blakan perihal proses pencalonan dirinya menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) guna menggantikan Juda Agung yang mundur.

Thomas yang akrab dipanggil Tommy mengungkapkan proses ini diawali dari pengunduran diri Juda Agung. Menurutnya, penunjukkan dirinya sebagai Deputi Gubernur bI dilakukan sesuai mekanisme aturan yang ada.


"Tidak ada satu hal yang dilewati, dilanggar, dibelokin," katanya dalam paparan ke pewarta, Rabu (28/1/2026).

Dalam kesempatan ini, dia juga mengakui soal latar belakangnya sebagai politisi dan kedekatan dengan keluarga Presiden. Namun, dia meminta publik melihat rekam jejaknya.

"Saya ingin tekankan bahwa latar belakang saya sebagai politisi, bahkan kedekatan keluarga itu fakta. Tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya," tegasnya.

Dia pun menegaskan dirinya sudah tidak aktif di DPP Partai Gerindra. Dia sudah mengundurkan diri dari partai sejak 31 Desember 2025. Pengunduran dirinya dikarenakan ingin lebih fokus di Kementerian Keuangan.

Ketika ditanya mengenai peran Menkeu Purbaya dalam pencalonannya, dia menuturkan tidak tahu menahu dan mempersilahkan media bertanya langsung kepada Purbaya.

"Saya ga tau bisa ditanyakan ke pak Menkeu," ujarnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tes Calon Deputi Gubernur BI: Solikin Jumat, Thomas-Dicky Senin