5 Photos
Potret IHSG Ambruk 7% Lebih, Seluruh Sektor Memerah
IHSG ambruk Rabu (28/1/2026), anjlok hingga 7,34% ke 8.321, nyaris trading halt. Hampir semua saham merah, transaksi Rp27,7 triliun.
Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk hari ini, Rabu (28/1/2026). Indeks dibuka dengan meluncur turun 6,8% ke level 8.369,48. Selang 10 menit dibuka, indeks mencoba memangkas koreksi. Terpantau penurunan indeks menjadi 4,55%. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Pantauan CNBC indonesia penutupan sesi pertama IHSG terkoreksi lebih dalam lagi, hingga pukul 12.19 WIB, IHSG anjlok 7,34% ke level 8.321,22 atau terkoreksi 780 poin dalam satu sesi perdagangan. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Bahkan pada level terendahnya IHSG sempat ambruk lebih dari 7,8% atau nyaris mencapai ambang batas perhentian perdagangan sementara (trading halt) yang dipatok oleh otoritas bursa yakni di level penurunan 8%. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Nyaris seluruh saham yangaktif diperdagangkan di bursa masih berada di zona merah. Sebanyak 764 saham turun, 14 tidak bergerak, dan hanya 26 saham yang naik. Nilai transaksi tercatat jumbo atau yakni mencapai Rp 27,74 triliun yang melibatkan 40 miliar saham dalam 2,55 juta kali transaksi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona merah dengan properti turun paling dalam, yakni -6,29%. Kemudian diikuti oleh energi -5,5% dan teknologi -3,66%. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Sementara itu, saham yang menjadi pemberat utama adalah DSSA, Barito Renewables Energy (BREN), Bank Central Asia (BBCA), Bayan Resources (BYAN), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). DSSA menyumbang -65,56 indeks poin, BREN -55,16 indeks poin, BBCA 45,39 indeks poin, BYAN -39,05 indeks poin, dan BBRI -31,8 indeks poin. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)