CLOSE AD
MARKET DATA

Ekonomi RI Tumbuh 5,7% di 2026, Gubernur BI: Berhenti Wait and See!

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
28 January 2026 10:39
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran laporan perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia Channel)
Foto: Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam peluncuran laporan perekonomian Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (28/1/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia Channel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meminta seluruh pelaku ekonomi untuk berhenti wait and see atau menunda keputusan ekonomi pada tahun ini, karena pemerintah dan otoritas moneter sudah berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 akan bergerak di kisaran 4,7%-5,5%. Lalu, pada 2026 pergerakannya makin cepat dengan pertumbuhan di kisaran 4,9%-5,7%, dan terus tumbuh hingga mencapai kisaran level 5,1%-5,9%.

"Sehingga itulah mari kita optimistis, yakin bahwa 2026-2027 akan lebih baik. Jadi berhentilah wait and see," tegas Perry saat meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Perry mengatakan, peringatan untuk berhenti wait and see ini menjadi penting karena bila terus dilakukan akan tertinggal dan tak mampu menikmati kue pertumbuhan ekonomi.

"Kalau wait and see akan ketinggalan kereta. Jadi optimislah bahwa ekonomi lebih baik. Mari kita bangun optimis, optimis, optimis," paparnya.

Perry pun memastikan, dengan laju pertumbuhan ekonomi yang cepat itu, BI akan terus menjaga stabilitas harga dengan mengelola tekanan inflasi tetap di kisaran 2,5% plus minus 1%.

"Jadi mari kita bangun optimisme. Ini keyakinan bahwa ekonomi kita lebih tinggi," ucap Perry.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Bakal Dorong Rupiah ke Rp16.300/US$ & Lebih Kuat Lagi


Most Popular
Features