Harga Emas Cetak Rekor ATH, Saham Emiten Emas Malah Keok Berjamaah
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas kembali menyentuh rekor baru di level US$5.100 per troy ons. Namun, di tengah lonjakan harga komoditas tersebut, saham-saham emiten tambang emas justru kompak bergerak melemah.
Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, Selasa, (27/1/2026), saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 2,23% ke level 7.675. Penurunan juga dialami emiten emas pelat merah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang terkoreksi 2,94% ke posisi 4.620.
Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) ikut melemah 2,71% ke harga 1.975. Sementara itu, emiten terafiliasi Grup Bakrie PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) tercatat turun 1,17% ke level 1.265.
Tekanan jual juga terlihat pada saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang anjlok 3,42% ke posisi 7.050. Saham emiten perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melemah 2,05% ke level 2.390.
Adapun saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan penurunan terdalam dengan koreksi 5,51% ke harga 3.260. Saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) turut melemah 1,57% ke posisi 625.
Tidak hanya itu, saham emiten Grup Astra PT United Tractors Tbk (UNTR) juga tertekan 5,68% ke level 25.725.
Diketahui, harga emas dan perak kembali menembus level psikologis baru dan sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Meski demikian, kedua logam mulia tersebut akhirnya ditutup lebih rendah dari posisi puncaknya.
Pada perdagangan hari ini Selasa (27/1/2026) hingga pukul 06.22 WIB, harga emas dunia di pasar spot menguat 0,67% ke posisi US$5.047,78 per troy ons. Kenaikan ini melanjutkan tren positif harga emas dalam beberapa hari terakhir.
Sementara pada perdagangan sebelumnya Senin (26/1/2026), harga emas dunia naik 0,64% dan ditutup di level US$5.014,29 per troy ons. Dalam perdagangan intraday, harga emas sempat melonjak ke level tertinggi sepanjang masa di US$5.110,50 per troy ons, sekaligus pertama kalinya menembus level psikologis US$5.100 per troy ons.
(fsd/fsd)