Purbaya Pede Rupiah Bakal Terus Menguat, Ini Pemicunya!

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 09:58 WIB
Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa meraih penganugerahan special awards kategori Game Changer of the Year dalam acara CNBC Indonesia Awards 2025 di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Kamis, (11/12/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan penyebab nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini terus menguat hingga mampu berbalik arah ke level Rp 16.760/US$ dari pekan lalu yang bahkan hampir menembus level Rp 17.00/US$.

Menurut Purbaya, penguatan kurs rupiah dipicu makin baiknya Bank Indonesia (BI) dalam mengendalikan stabilitas nilai tukar rupiah. Bukan hanya dipicu oleh sentimen pelaku pasar keuangan tentang masuknya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.

"Bukan karena Pak Thomas aja, memang langkah bank sentral sudah lebih baik dari sebelumnya saya pikir, kan itu kita serahkan semuanya ke bank sentral untuk kendalikan nilai tukar, kita percaya mereka mampu dan dalam waktu sebentar aja sudah menguat kan," kata Purbaya di Jakarta, Selasa (27/1/2026).


Meski begitu, Purbaya mengingatkan, kecenderungan pergerakan pasar uang global saat ini memang dipengaruhi oleh terus melemahnya nilai tukar dolar AS, sehingga berimplikasi pada penguatan kurs rupiah. indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% di level 97,072, setelah pada perdagangan kemarin terkoreksi 0,57% dan ditutup di posisi 97,040.

Oleh sebab itu, Purbaya menganggap, kurs rupiah ke depannya akan terus mengalami penguatan, bahkan meninggalkan level saat ini. Berdasarkan data Refinitiv, mengawali perdagangan dengan apresiasi sebesar 0,06% ke posisi Rp16.760/US$ hari ini. Penguatan ini melanjutkan tren positif sehari sebelumnya, ketika pada Senin (26/1/2026) rupiah ditutup menguat 0,24% di level Rp16.770/US$.

"Apalagi kalau saya lihat si dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan, itu biasanya berpengaruh. Kalau act concervative effort itu berpengaruh ke nilai tukar dolar, ke mata uang lain dalam jangka waktu cukup panjang, jadi kalau kita pintar-pintar dikit harusnya rupiah menguat lebih jauh dari level sekarang," tegasnya.

Ia pun memastikan, sebagai otoritas fiskal, Kementerian Keuangan juga akan terus memastikan stabilitas kurs dengan mendesain kebijakan-kebijakan ekonomi yang memberi daya tarik kepada investor global, sehingga turut berkontribusi pada penguatan pasokan dolar. Salah satunya dengan memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu melaju cepat.

"Kalau saya di keuangan hanya memastikan program-program ekonominya berjalan dengan baik, pondasinya terus kuat ke depan, investor melihat itu dan mereka masuk ke sini sehingga rupiah akan ikut menguat dengan signifikan, saya pikir arahnya ke sana karena perbaikan ekonomi kita bukan cuma desain yang ketat, kita betul perbaiki," kata Purbaya.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Uang Kartal BI Naik 12,09%, Transaksi Digital Tetap Melaju