CLOSE AD
MARKET DATA

Bos Tambang AS Ungkap Kenapa Harga Emas Rekor Terus, Ini Alasannya

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
27 January 2026 09:30
emas
Foto: emas

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat, Agnico Eagle, Ammar Al-Joundi mengungkapkan pandangannya mengenai arah pergerakan harga emas yang belakangan mencetak rekor baru.

Melansir CNBC.com, Ia menilai lonjakan harga emas saat ini didorong oleh faktor-faktor fundamental yang bersifat struktural dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Dalam wawancara dengan Jim Cramer di program "Mad Money" pada Senin waktu setempat, Al-Joundi mengatakan pergerakan harga emas dalam jangka pendek sulit diprediksi. Namun, ia menegaskan bahwa reli emas hingga sekitar 80% dalam setahun terakhir, yang mendorong harga menembus level US$5.000 per ons untuk pertama kalinya, ditopang oleh fondasi yang masih sangat kuat.

Al-Joundi menyebut belanja pemerintah global menjadi salah satu pendorong utama kenaikan harga emas. Selain itu, konflik geopolitik seperti invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi pemutusan dari sistem pembayaran SWIFT turut menjadi katalis penting bagi lonjakan harga logam mulia tersebut.

Ia juga menyoroti perubahan tatanan global yang semakin tidak teratur dibandingkan sebelumnya. Kondisi ini, menurut Al-Joundi, berdampak langsung pada pasar moneter global dan membuat emas kembali memainkan perannya sebagai aset lindung nilai.

Dari sisi permintaan, bank sentral di sejumlah negara, termasuk China, mulai mengurangi ketergantungan pada surat utang pemerintah Amerika Serikat dan meningkatkan kepemilikan emas. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap stabilitas sistem keuangan global.

Sementara dari sisi pasokan, Al-Joundi menilai suplai emas akan tetap ketat dalam jangka panjang. Pertumbuhan produksi tahunan yang terbatas serta waktu pembangunan tambang baru yang bisa memakan waktu hingga satu dekade membuat pasar tidak akan dibanjiri emas dalam waktu dekat.

Menariknya, Al-Joundi juga melihat aset kripto sebagai pendorong tambahan bagi emas. Popularitas bitcoin, menurutnya, telah memperkenalkan generasi muda pada konsep lindung nilai terhadap mata uang fiat yang tidak stabil, sehingga sebagian investor kini beralih ke emas dengan alasan serupa.

Dalam 12 bulan terakhir, harga bitcoin tercatat turun hampir 16% dan hanya naik sekitar 1% secara year to date. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi emas untuk kembali menjadi pilihan utama sebagai aset safe haven.

Bagi Agnico Eagle sendiri, reli harga emas telah memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Saham Agnico Eagle tercatat lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun lalu dan kembali menguat sekitar 27% sepanjang tahun berjalan 2026.

(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Potret Warga Serbu Toko Emas, Takut Harga Naik Akhir Tahun


Most Popular
Features