IHSG Lesu Pagi Ini, Merosot 0,5%

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 09:03 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka lesu pagi ini, Selasa (27/1/2026). Indeks dibuka turun 0,38% atau 33,82 poin ke level 8.941,51. 

Pada beberapa menit setelah perdagangan dibuka, koreksi IHSG semakin dalam. Indeks sempat melorot hingga mengalami koreksi 0,5%.

Sebanyak 209 saham turun, 241 naik, dan 508 belum bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 811 miliar, melibatkan 1,48 miliar saham dalam 111.100 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot menjadi Rp 16.274 triliun. 


Adapun memasuki perdagangan perdagangan kedua pekan ini, Selasa (27/1/2026), pasar keuangan dalam negeri berada di fase yang sangat sensitif.

Investor dihadapkan pada kombinasi katalis dari dalam negeri terutama arah kebijakan moneter dan independensi BI ke depan setelah penetapan Deputi Gubernur BI baru. Serta sentimen eksternal yang beragam, mulai dari dimulainya rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed hingga dinamika kebijakan energi Uni Eropa dan rilis data perumahan AS yang berpotensi menjadi penggerak pasar hari ini.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan menggelar konferensi pers hari ini. Hadir dalam konferensi eprs Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu.

Di tengah meningkatnya ketidakpastian, konferensi pers ini sangat ditunggu terutama dalam memberikan petunjuk kepada investor mengenai arah kebijakan moneter dan fiscal ke depan.

Menarik ditunggu apakah ada kebijakan baru dari pemangku kepentingan untuk lebih membuat pasar keuangan bergerak positif.

Sementara itu, Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan memulai rapat FOMC selama dua hari pada hari ini Selasa (27/1/2026). Namun, keputusan suku bunga beserta pernyataan kebijakan baru akan rilis pada Rabu (28/1/2026) pukul 14.00 waktu AS, atau Kamis (29/1/2026) dini hari WIB.

Pasar menanti hasil rapat ini karena akan menjadi acuan arah aset global, mulai dari dolar AS, yield US Treasury, hingga selera risiko investor di emerging markets.

Sejalan dengan ekspektasi pasar, CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas terbesar mengarah pada penahanan suku bunga. Untuk hasil pertemuan kali ini, FedWatch mencatat peluang ditahannya suku bunga AS pada level 3,50%-3,75% sebesar 97,2%, sementara peluang pemangkasan ke 3,25%-3,50% hanya sebesar 2,8%.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Sentimen Trump - Rebalancing MSCI, IHSG Gagal Pertahankan 9.000