Lanjut Bangun NICE di PIK 2, CBDK Suntik Anak Usaha Rp250 Miliar
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) telah menyuntik modal sebesar Rp250 miliar kepada entitas anaknya, PT Industri Pameran Nusantara (IPN). Aksi ini dilakukan melalui 23 Januari 2026.
Penyertaan modal tersebut dilakukan melalui penerbitan 14.705.883 saham seri B IPN dengan nilai nominal Rp17.000 per saham, yang seluruhnya diambil bagian oleh CBDK. Sehubungan dengan penerbitan saham tersebut, IPN juga melakukan peningkatan modal dasar menjadi sebesar Rp8 triliun yang terdiri dari 10.000 saham seri A dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp10 miliar dan 470.035.675 saham seri B dengan nilai nominal Rp17.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp7,99 triliun.
Sebelum peningkatan modal, modal dasar IPN berjumlah Rp2,30 triliun yang terdiri dari 10.000 saham seri A dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp10 miliar dan 135.035.675 saham seri B dengan nilai nominal Rp17.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp2,29 triliun. Seluruh modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor secara penuh.
Pada saat itu, CBDK memiliki 135.035.675 saham seri B dengan nilai nominal Rp2,29 triliun atau setara dengan 99,993% dari total modal ditempatkan dan disetor IPN. Setelah Perseroan melakukan tambahan penyetoran modal sebesar Rp250 miliar atas 14.705.883 saham seri B, kepemilikan Perseroan menjadi 149.741.558 saham seri B atau setara dengan 99,993% dari modal ditempatkan dan disetor IPN.
"Peningkatan modal ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan kapasitas keuangan IPN dalam mendukung kegiatan operasional serta pengembangan lanjutan fasilitas Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang direalisasikan melalui Nusantara International Convention & Exhibition (NICЕ)," terang Sekretaris Perusahaan CBDK, Yohanes Edmond Budiman dalam keterbukaan informasi yang dikutip Senin (26/1/2026).
NICE, lanjut dia, sebagai bagian dari pengembangan fasilitas MICE telah mulai beroperasi pada akhir bulan Agustus 2025 dan diharapkan dapat berperan sebagai elemen strategis dalam mendukung pengembangan Central Business District PIK2 (CBD PIK2), memperkuat ekosistem bisnis, serta mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan di kawasan PIК2.
Melalui penguatan permodalan IPN, Yohanes menyebut CBDK berupaya memastikan keberlanjutan operasional, optimalisasi kinerja, serta pengembangan jangka panjang fasilitas tersebut sebagai bagian dari strategi Perseroan dalam menciptakan nilai tambah yang berkesinambungan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
"Peningkatan modal ini tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Namun, secara strategis transaksi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekosistem CBD PIK2 melalui dukungan terhadap operasional fasilitas MICE yang direalisasikan melalui Nusantara International Convention & Exhibition (NICE), sehingga berpotensi meningkatkan nilai portofolio Perseroan secara berkelanjutan," terang Yohanes.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]