Manufacture Check

Video: Perkuat Daya Saing, Pengusaha Minta Pengaturan Aluminium Impor

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Selasa, 27/01/2026 13:17 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Harga gas industri yang lebih tinggi dari negara kompetitor termasuk di ASEAN disebut Ketua Umum Gabungan Industri Aluminium Indonesia (Galunesia), Oktavianus Tarigan sebagai salah satu masalah yang dihadapi industri Aluminium untuk memperkuat daya saing dan efisiensi produksi.

Saat ini Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) memiliki kisaran harga USD6-7 per MMBTU masih lebih tinggi di ASEAN mengingat harga gas negara lain hanya kisaran USD 4-5 per MMBTU.

Selain itu serbuan aluminium impor dari China menjadi salah satu penekan industri Aluminium lokal, sehingga diharapkan dukungan pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri terkait aturan impor hingga standarisasi produk impor yang masuk ke RI.

Galunesia juga berharap dukungan terhadap penguatan rantai pasok Aluminium melalui pengembangan kawasan industri sebagai salah satu upaya meningkatkan daya saing aluminium RI.

Seperti apa prospek dan tantangan industri Aluminium RI? Selengkapnya simak dialog Shinta Zahara dengan Ketua Umum Gabungan Industri Aluminium Indonesia (Galunesia), Oktavianus Tarigan di Manufacture Check, CNB Indonesia (Senin, 26/01/2026)