CLOSE AD
MARKET DATA

Anggota TNI Mendadak Tajir, Duit Rp5.000 Berubah Jadi Rp50 Miliar

M Fakhri,  CNBC Indonesia
25 January 2026 17:15
rupiah detik
Foto: detik.com

Jakarta, CNBC Indonesia - Ungkapan "ketiban durian runtuh" benar-benar dialami seorang prajurit TNI di Indonesia. Dia mendadak menjadi orang kaya baru (OKB) setelah memperoleh uang tunai senilai Rp 1 miliar pada 1991 silam.

Peristiwa tersebut terjadi pada 7 mei 1991, ketika Kapten Marinir Suseno dipanggil langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan saat itu, Sudomo ke kantor Menkopolkam. Pemanggilan tersebut bukan terkait tugas militer, melainkan untuk penyerahan hadiah uang tunai.

Hadian fantastis itu ternyata bukan berasal dari prestasi atau pencapaian Suseno sebagai prajurit ABRI, melainkan dari undian Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB).

Melansir surat kabar Suara Pembaruan pada 8 Mei 1991, Suseno mendapat uang Rp 1 miliar dari undian SDSB periode ke-14. Awalnya dia hanya membeli kupon seharga Rp5.000 dan tak disangka berhasil menang hingga mendapat uang Rp 1 miliar dalam semalam.

Keberhasilan Suseno memperoleh undian SDSB langsung mengubah jalan hidupnya, dari yang semula prajurit biasa-biasa saja menjadi prajurit miliarder.

Pada tahun 1990, uang Rp 1 miliar sangat besar bila dikonversi ke nilai Rupiah saat ini. Harga rumah di kawasan elit Pondok Indah, Jakarta, saja mencapai Rp80 juta per unit. Artinya, dengan uang Rp 1 miliar, Suseno bisa membeli 12 unit rumah di Pondok Indah.

Lalu, harga emas pada 1990 hanya Rp20 ribu per gram. Dengan uang Rp 1 miliar, Suseno bisa memborong 50 Kg emas. Berarti jika dikonversikan melalui penyetaraan harga emas (1 gram: Rp1 juta), diketahui uang Rp 1 miliar setara Rp 50 miliar pada masa sekarang.

Artinya, dengan uang Rp 1 miliar pada tahun 1991, Suseno bisa menikmati hidup hingga akhir hayat tanpa kerja.

Kaya Raya dari SDSB
Perlu diketahui, SDSB adalah program undian yang resmi dijalankan Kementerian Sosial di era Pemerintahan Soeharto dan berlaku sejak 1 Januari 1989.

Program ini bertujuan untuk menarik uang dari masyarakat yang nantinya dialihkan untuk pembangunan. Sebagai gantinya masyarakat mendapat hadiah dari pemerintah dengan nominal tertinggi mencapai Rp 1 miliar.

Untuk mengikuti SDSB, masyarakat hanya perlu membeli kupon dan menunggu pemberitahuan pemenang. Biasanya pemenang diumumkan di hari Rabu malam lewat siaran radio.

Jika kupon yang dibeli sesuai dengan pengumuman, maka si pembeli mendapatkan uang hadiah. Namun, peluangnya sangat kecil. Dari jutaan peserta, hanya 1-2 orang saja yang berhasil menang. Jadi, seseorang yang memenangkan undian ini membuat jatah hoki seumur hidupnya terpakai.

Daya tarik SDSB kemudian membuat orang berlomba-lomba mengikutinya, dari mulai petani, tukang becak, sampai prajurit TNI. Mereka terkadang berkonsultasi juga kepada dukun untuk mendapat nomor yang bakal menang.

SDSB memang terbukti membuat banyak orang mendadak kaya, tapi program ini tak ada bedanya dengan perjudian yang lagi ramai belakangan ini. Aktivis penentang Orde Baru, Sri Bintang Pamungkas dalam Ganti Rezim Ganti Sistim (2014) menyebut, SDSB seperti judi yang dilegalisasi pemerintah Soeharto.

Tak heran, ketika SDSB populer, banyak juga masyarakat dan lembaga yang menentangnya. Pada akhirnya, SDSB pun berakhir pada 1993.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Marbot Masjid Tiba-Tiba Jadi Miliarder, Menang Undian Rp 1 M


Most Popular
Features