CLOSE AD
MARKET DATA

IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 0,46%

mkh,  CNBC Indonesia
23 January 2026 16:43
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Senin (19/7/2021) (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memangkas koreksi pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026). Indeks ditutup turun 0,46% atau 41,17 poin ke level 8.951,01. 

Sepanjang hari ini indeks mengalami tekanan besar. IHSG bergerak pada rentang 8.837,83–9.039,67. Pada sesi 1, IHSG sempat turun lebih dari 1%. 

Sebanyak 521 saham turun, 200 naik, dan 237 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 31,87 triliun, melibatkan 61 miliar saham dalam 3,23 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar berada di level Rp 16.244 triliun. 

Mengutip Refinitiv, sektor teknologi menjadi penopang utama hari ini dengan kenaikan 1,38%. Sebaliknya, mayoritas sektor berada di zona merah. Bahan baku merosot 2,19%, utilitas -1,95%, industri -1,72%, konsumer non-primer -1,37%, dan konsumer primer -0,84%. 

Adapun Mora Telematika Indonesia (MORA) menjadi saham yang membantu IHSG memangkas koreksi. Menjelang akhir sesi 2, MORA naik 8,1% ke level 14.675, sehingga menyumbang 9,08 indeks poin. 

Lalu Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang naik 1,05% ke level 3.850 menyumbang 6,29 indeks poin terhadap IHSG.

Selain itu, BUMI yang dalam dua hari sebelumnya mengalami koreksi, hari ini menutup perdagangan dengan kenaikan 3,45% ke level 360. BUMI ikut menopang IHSG dengan bobot 3,12 indeks poin. 

Sementara itu, nyaris seluruh emiten Prajogo Pangestu masuk dalam daftar 10 saham dengan pemberat utama indeks. Dalam daftar teratas, emiten Salim dan Agus Projosasmito, Amman Mineral International (AMMN) memiliki bobot terbesar, yakni -14,41 indeks poin. AMMN turun 6,19% ke level 7.200. 

Namun bila ditotal, emiten Prajogo Pangestu, seperti Petrosea (PTRO), Barito Pacific (BRPT), Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) membebani IHSG sebesar -33,39 indeks poin. 

Berbanding terbalik dengan IHSG, bursa Asia kompak menguat hari ini. Nikkei dari Jepang naik 0,29%, Kospi di Korea naik 0,76%, FTSE di Singapura niak 0,17%, dan HSI di Hong Kong naik 0,45%.

Dalam perkembangan berbeda, rupiah menutup perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (23/1/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Merujuk data Refinitiv, rupiah ditutup menguat 0,41% ke level Rp16.810/US$. Posisi ini menjadi penutupan terkuat rupiah sejak 9 Januari 2026 atau dalam dua pekan terakhir.

Penguatan rupiah sudah terlihat sejak awal sesi. Rupiah dibuka di level Rp16.800/US$, setara menguat sekitar 0,47%, lalu bergerak fluktuatif sepanjang hari di rentang Rp16.800-Rp16.848/US$, sebelum akhirnya bertahan di zona hijau hingga penutupan.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Demo Masih Panas! Potret IHSG Anjlok Parah


Most Popular
Features