Naik Tajam! Uang Beredar di Indonesia Tembus Rp10.133 Triliun

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Jumat, 23/01/2026 10:36 WIB
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia-Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan besar dalam likuiditas perekonomian pada akhir 2025.

Berdasarkan siaran pers BI, Jumat (23/1/2025) uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 8,3% (yoy) sehingga mencapai Rp10.133,1 triliun.


Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5% (yoy).

BI menjelaskan, perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan perkembangan penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 13,6% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 8,7% (yoy).

Penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh sebesar 9,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 sebesar 7,9% (yoy)[2]. Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 8,9% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 9,7% (yoy).


(mij/mij)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Uang Kartal BI Naik 12,09%, Transaksi Digital Tetap Melaju