CLOSE AD
MARKET DATA

Menanti Keputusan Bank Of Japan, Bursa Asia Mayoritas Menguat

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
23 January 2026 08:20
Passersby are reflected on an electronic board showing the exchange rates between the Japanese yen and the U.S. dollar, the yen against the euro, the yen against the Australian dollar, Dow Jones Industrial Average and other market indices outside a brokerage in Tokyo, Japan, August 6, 2019.   REUTERS/Issei Kato
Foto: Bursa Tokyo (REUTERS/Issei Kato)

Jakarta, CNBC Indonesia — Pergerakan pasar saham Asia pada Jumat (23/1/2026) ini mayoritas bergerak menguat, seiring sentimen positif yang mengikuti reli bursa Wall Street. Investor di kawasan Asia kini memusatkan perhatian pada keputusan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Mayoritas bursa Asia menguat seiring dengan meredanya kekhawatiran geopolitik global. Pelaku pasar menilai kondisi tersebut memberi ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko.

Indeks Nikkei 225 Jepang menguat tipis 0,09%, sedangkan Topix naik sekitar 0,27%. Bursa Korea Selatan juga bergerak positif, dengan Kospi naik 0,7% dan Kosdaq bertambah 0,74%.

Perhatian investor Asia juga tertuju pada sektor semikonduktor, menyusul anjloknya saham Intel hingga 13% dalam perdagangan setelah jam bursa di AS. Penurunan tersebut dipicu oleh proyeksi kinerja kuartalan yang lemah, meskipun perusahaan berhasil membukukan laba kuartal IV di atas perkiraan pasar.

Sementara di bursa Hong Kong, indeks berjangka Hang Seng berada di level 26.917, lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir HSI di 26.629,96.

Sedangkan, indeks S&P/ASX 200 Australia tercatat bergerak stagnan pada awal perdagangan.

Mengutip CNBC Internasional, berdasarkan survei Reuters, para ekonom memperkirakan bank sentral Jepang akan menahan suku bunga acuannya di level 0,75%. Meski demikian, HSBC menilai peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin masih terbuka, dengan estimasi waktu pada Juli 2026.

Namun, bank tersebut juga mengingatkan bahwa pelemahan yen yang berkelanjutan dapat mendorong BOJ mempercepat langkah pengetatan kebijakan. HSBC bahkan menyebut April sebagai opsi alternatif, seiring rilis laporan Outlook triwulanan BOJ serta kepastian terkait negosiasi upah Shunto tahun ini. Kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dinilai masih berpotensi berlanjut hingga 2026.

Berdasarkan perkiraan para analis, inflasi umum Jepang pada Desember tercatat melambat signifikan ke level 2,1%, menjadi yang terendah sejak Maret 2022. Sementara itu, inflasi inti berada di kisaran 2,4%, sesuai dengan ekspektasi analis.

Di sisi lain, indeks utama AS kembali mencatatkan penguatan setelah meredanya ketegangan geopolitik di Greenland. Dow Jones Industrial Average naik 306,78 poin atau 0,63% ke posisi 49.384,01, berhasil bangkit dari tekanan awal pekan yang dipicu isu tarif baru Eropa oleh Presiden AS Donald Trump.

Indeks S&P 500 turut menguat 0,55% ke level 6.913,35, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 0,91% dan ditutup di 23.436,02.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article The Fed Pangkas Suku Bunga, Bursa Asia Respons Beda-Beda


Most Popular
Features