BBCA Paling Banyak Dibuang, Ini Daftar 10 Saham yang Dilepas Asing
Jakarta, CNBC Indonesia — Meski sempat menanjak lebih dari 1%, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah. Pada perdagangan Kamis (22/1/2026), indeks ditutup turun 0,2% ke 8.992,18.
Nilai transaksi ramai, tembus Rp 38,06 triliun, melibatkan 72,18 miliar saham dalam 4,09 juta kali transaksi. Sebanyak 345 saham naik, 321 turun, dan 128 tidak bergerak.
Seiring dengan pelemahan pergerakan IHSG, investor asing melakukan aksi penjualan bersih jumbo, tembus sebesar Rp1,33 trilliun di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp964,14 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp363,20 miliar di pasar negosiasi dan tunai.
Saham bank jumbo terpantau banyak dilepas asing pada perdagangan kemarin, dengan Bank Central Asia (BBCA) mendominasi. BBCA membukukan net foreign sell Rp 883,22 miliar. Lalu diikuti oleh Bank Mandiri (BMRI) Rp 207,53 miliar.
Selanjutnya Aneka Tambang (ANTM), Bank Negara Indonesia (BBNI), dan Bank Rakyat Indonesia mengekor dengan masing-masing net sell Rp 127,06 miliar, Rp 104,23 miliar, dan Rp 103,11 miliar.
Selengkapnya, mengutip Stockbit, berikut 10 saham dengan net foreign sell terbesar pada perdagangan Kamis:
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp883,22 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp207,53 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp127,06 miliar
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) - Rp104,23 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp103,11 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) - Rp67,10 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) - Rp65,37 miliar
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp58,54 miliar
- PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) - Rp55,28 miliar
- PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp54,56 miliar
(mkh/mkh)