CLOSE AD
MARKET DATA

Nasabah Makin Jarang ke Cabang, Bos BNI Bikin Banking Cafe

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
22 January 2026 13:00
Dok BNI
Foto: Dok BNI

Jakarta, CNBC Indonesia - Seiring dengan perkembangan teknologi, transaksi di kantor cabang pun kian menurun. Maka demikian, perbankan perlu memutar otak untuk mengoptimalkan fungsi kantor-kantor cabang.

Direktur Operations BNI, Ronny Venir mengatakan bahwa pihaknya memperluas fungsi cabang dari sekadar hanya untuk bertransaksi. Sebab, ia mengungkapkan jumlah transaksi teller dan customer service di kantor cabang di bank pelat merah itu tidak mencapai 1% dari total transaksi.

"Kalau transaksi itu sekarang, sudah sangat turun ya. Jadi total transaksi itu ga nyampe 1% orang datang ke cabang, transaksi di cabang di teller sama CS. Orang lebih banyak pake perangkat-perangkat e-channel, entah itu wondr' (super app BNI), segala macem," ungkap Ronny saat ditemui di Gedung A.A. Maramis, Rabu (21/1/2026).

Lantaran kantor cabang BNI masih ada, BNI memanfaatkannya sebagai bagian dari upaya mengedukasi masyarakat. Ronny merincikan, mulai dari peralihan metode transaksi dari konvensional ke digital. Salah satunya, dengan mendirikan banking café.

"Kalau lihat di belakang cabang BNI itu sudah ada banking cafe. Nah, banking cafe itu sebenernya bukan kita jualan kopi. Kita mengajarkan mereka untuk melakukan transaksi melalui digital banking. Jadi, coba disitu dengan promo Rp46 perak. Jadi, dengan harapan besok-besok dia bertransaksi tidak harus di cabang. Dia bisa lewat handphone dan lain-lain," terang Ronny.

Ia memastikan bahwa tahun ini BNI tidak akan melakukan pengurangan kantor cabang ataupun pengurangan pegawai. Meski demikian, Ronny kembali menegaskan bahwa aktivitas di kantor cabang pasti akan berkurang.

"Teknologi tuh pasti ya. Kita harus ngikutin teknologi. Tetapi, menghilangkan cabang tuh enggak mungkin. Karena masih banyak nasabah kita yang masih hadap ke cabang. Tapi pelan-pelan itu secara pasti, pasti aktivitasnya akan tergerus. Sekarang mungkin hampir 80% aktivitas transaksi di cabang itu sudah bisa digantikan dengan platform-platform yang dimiliki bank sama alat-alat e-channel yang ada di bank," ujar Ronny.

Dalam lima tahun ke depan atau lebih, keberadaan kantor cabang bank akan teta dibutuhkan. Sebab masih ada masyarakat yang belum melek teknologi, terutama di daerah-daerah tertinggal.

(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BNI Tutup Sementara Kantor Cabang di Sekitar Senen-Kwitang


Most Popular
Features