Bos BI Bongkar Penyebab Rupiah 'Babak Belur' Hadapi Dolar AS
Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan penyebab jatuhnya nilai tukar rupiah pada bulan ini. Menurutnya, rupiah melemah tertekan oleh outflow dari modal asing di aset keuangan RI.
Merujuk data Refinitiv, rupiah Garuda melemah 0,09% atau terapresiasi ke level Rp16.960/US$ pada pukul 1349 WIB, Rabu (21/1/2026). Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah kembali ditutup melemah tipis 0,06% dan menorehkan level penutupan terlemah sepanjang masa di Rp16.945/US$.
Dari data BI, aliran modal asing keluar hingga sebesar US$ 1,6 miliar pada periode awal tahun ini. Disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
"Meningkatnya ketidakpastian akibatkan outflow sebesar US$ 1,6 miliar," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Rabu (21/1/2026).
Namun, Perry yakin ke depannya rupiah akan stabil dengan kecenderungan menguat ditopang oleh yield atau imbal hasil pasar keuangan Indonesia yang menarik, inflasi rendah dan propek ekonomi Indonesia yang lebih baik.
"BI meyakini rupiah stabil kecenderungan menguat didukung yield menarik, inflasi rendah, dan prospek ekonomi RI," tegas Perry
(haa/haa)[Gambas:Video CNBC]