MARKET DATA

Bos BI Bongkar Penyebab Rupiah 'Babak Belur' Hadapi Dolar AS

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
21 January 2026 14:48
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 "Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertubuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan" di Grha Bhasvara Icchana, kompleks kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia)
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan sambutan dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2025 "Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertubuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan" di Grha Bhasvara Icchana, kompleks kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam. (Tangkapan Layar Youtube/Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan penyebab jatuhnya nilai tukar rupiah pada bulan ini. Menurutnya, rupiah melemah tertekan oleh outflow dari modal asing di aset keuangan RI.

Merujuk data Refinitiv, rupiah Garuda melemah 0,09% atau terapresiasi ke level Rp16.960/US$ pada pukul 1349 WIB, Rabu (21/1/2026). Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya rupiah kembali ditutup melemah tipis 0,06% dan menorehkan level penutupan terlemah sepanjang masa di Rp16.945/US$.

Dari data BI, aliran modal asing keluar hingga sebesar US$ 1,6 miliar pada periode awal tahun ini. Disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

"Meningkatnya ketidakpastian akibatkan outflow sebesar US$ 1,6 miliar," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Rabu (21/1/2026).

Namun, Perry yakin ke depannya rupiah akan stabil dengan kecenderungan menguat ditopang oleh yield atau imbal hasil pasar keuangan Indonesia yang menarik, inflasi rendah dan propek ekonomi Indonesia yang lebih baik.

"BI meyakini rupiah stabil kecenderungan menguat didukung yield menarik, inflasi rendah, dan prospek ekonomi RI," tegas Perry

(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gubernur BI Sebut Bank Lambat Turunkan Bunga Kredit, Begini Datanya


Most Popular
Features