Bos BI Bilang Kredit Nganggur Bank Masih Tinggi Rp 2.439 T

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 21/01/2026 14:41 WIB
Foto: Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Januari 2026 dengan Cakupan Triwulanan. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan mulai ada penurunan kredit nganggur alias undisbursed loan, meskipun masih pada level yang tinggi.

Per akhir Desember 2025, Perry mengatakan, fasilitas pinjaman yang belum termanfaatkan atau undisbursed loan menjadi sebesar Rp 2.439,2 triliun. Turun dari catatan per November 2025 sebesar Rp 2.509,4 triliun.


"Masih cukup besar pada Desember 2025 yaitu mencapai Rp 2.439,2 triliun," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (21/1/2026)

Perry menjelaskan, nilai undisbursed loan itu pun porsinya masih setara 22,12% dari total plafon kredit yang tersedia Artinya belum tingginya permintaan pelaku usaha terkait pembiayaan atau kredit.

"Namun, kapasitas pembiayaan bank masih memadai. DPK tumbuh 13,38% pada Desember 2025. Minat penyaluran kredit perbankan yang tercermin dari lending requirement juga semakin longgar kecuali segmen UMKM dan konsumsi akibat tingginya risiko kredit di segmen tersebut," ucap Perry.


(arj/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan di 4,75% di RDG BI Januari