03:27
Video: Contek Singapura-China, Ini Tujuan RI Bangun Ekosistem Bullion
Jakarta, CNBC Indonesia- Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Bidang Perekonomian, Ferry Irawan mencermati pergerakan harga komoditas emas yang terus naik sepanjang tahun 2025 hingga menembus level USD 4.500 per troy ons.
Dimana lonjakan harga emas tidak lepas dari kondisi ketidakpastian global yang mendorong kenaikan permintaan emas sebagai instrumen safe haven. Menghadapi kondisi ini, pemerintah RI mendorong penguatan ekosistem bullion atau logam mulia lewat pembentukan bullion bank (bank emas), hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan memperkuat cadangan devisa, hilirisasi industri emas hingga penyediaan instrumen lindung nilai bagi masyarakat hadapi ketidakpastian.
Ditargetkan bullion bank juga dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional lewat industri hilirisasi yang bisa menggerakkan ekonomi, menarik investasi, penciptaan lapangan kerja hingga menopang sektor jasa keuangan RI. Kajian menunjukkan bahwa ekosistem bullion bisa berkontribusi terhadap PDB hingga Rp 270 Triliun yang pada akhirnya bisa menopang target pertumbuhan ekonomi 8%.
Pemerintah RI dalam pengembangan Bullion bank banyak belajar dari negara yang berhasil mengembangkan Bullion Bank seperti Singapura, China, hingga Turki & Inggris.
Seperti apa upaya pemerintah mendorong pengembangan ekosistem bullion? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Bidang Perekonomian, Ferry Irawan dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Rabu, 21/01/2026)