Emiten Happy Hapsoro (BUVA) Mau Right Issue, Saham Langsung Ngacir
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten properti milik Happy Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), mengungkapkan rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau right issue mencapai 50 miliar lembar saham baru.
Dalam keterbukaan informasi BEI, BUVA menyebutkan jumlah maksimal saham baru yang akan diterbitkan mencapai 50 miliar saham atau setara dengan maksimum 203,11% dari jumlah seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Saham baru tersebut akan diterbitkan dari saham portepel dengan nilai nominal Rp50 per saham.
Manajemen menjelaskan PMHMETD II dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sehingga memberikan tambahan dana guna mendukung kinerja perseroan. Seluruh dana hasil PMHMETD II setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk pengembangan usaha dan/atau pembayaran kewajiban perseroan maupun anak usaha.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, BUVA akan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB. Perseroan telah menyusun jadwal RUPSLB mulai dari pemberitahuan mata acara kepada OJK pada 24 Desember 2025 hingga pelaksanaan RUPSLB pada 26 Februari 2026.
Sementara itu, right issue akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB. Mengacu pada POJK No. 32/2015, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran paling lama 12 bulan.
Seiring dengan rencana right issue tersebut, saham BUVA melonjak 15,76% ke harga Rp 2.130 per saham pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (20/1/2026). Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp52,43 triliun.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]