Berkat AI, Pria 36 Tahun Ini Punya Kekayaan Rp 54 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Sektor kecerdasan buatan (AI) China terus melahirkan miliarder baru seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap kemajuan teknologi negara tersebut. Pendiri MiniMax Group, Yan Junjie, menjadi pengusaha AI terbaru yang mencatatkan kekayaan miliaran dolar.
Melansir Forbes, Yan Junjie yang berusia 36 tahun kini memiliki kekayaan sekitar US$3,2 miliar atau Rp 54,17 triliun. Nilai kekayaannya melonjak setelah saham MiniMax melonjak lebih dari 100% pada debut perdananya di bursa Hong Kong pada Jumat lalu.
MiniMax yang berbasis di Shanghai menghimpun dana HK$4,8 miliar atau setara US$618 juta (Rp 10,44 triliun) melalui penawaran umum perdana saham (IPO). Perusahaan melepas 29,2 juta saham dengan harga HK$165 per saham, yang berada di batas atas kisaran harga yang sebelumnya ditetapkan.
Manajemen MiniMax menyatakan sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan model AI. Perusahaan juga berhasil menarik lebih dari selusin investor jangkar, termasuk Abu Dhabi Investment Authority, Alibaba Group, dan Eastspring Investments yang berbasis di Singapura.
IPO MiniMax menyedot perhatian pasar yang lebih besar dibandingkan pencatatan saham perusahaan AI lain, Zhipu. Saham Zhipu hanya menguat 13,2% pada hari pertama perdagangan setelah sempat turun di bawah harga IPO.
Analis menilai antusiasme investor terhadap MiniMax lebih tinggi karena bisnisnya bersifat global dan berfokus pada klien sektor swasta. Model AI MiniMax menghasilkan pendapatan dari layanan pembuatan suara, gambar, dan video yang digunakan klien berbayar.
Sebaliknya, Zhipu banyak melayani klien lokal termasuk lembaga pemerintah yang sering meminta layanan khusus. Hal tersebut menyebabkan biaya pengembangan yang lebih tinggi dibandingkan MiniMax.
Faktor lain yang menguntungkan MiniMax adalah posisinya yang belum masuk dalam daftar hitam perdagangan Amerika Serikat. Kondisi ini dinilai menjadi nilai tambah bagi basis investor Hong Kong yang lebih global dan terdiversifikasi.
Kinerja keuangan MiniMax menunjukkan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada sembilan bulan pertama 2025, pendapatan perusahaan melonjak hampir tiga kali lipat menjadi US$53,4 juta.
Namun, lonjakan pendapatan tersebut diiringi dengan pembengkakan kerugian. Rugi bersih MiniMax meningkat hampir 70% secara tahunan menjadi US$512 juta akibat belanja riset yang besar.
Salah satu klien MiniMax adalah raksasa gim asal China, miHoYo. Perusahaan pengembang gim Genshin Impact itu juga tercatat sebagai investor awal MiniMax.
Pendiri miHoYo Cai Haoyu, yang juga berstatus miliarder, memiliki ambisi memanfaatkan AI untuk menciptakan pengalaman bermain gim yang lebih imersif. Studio pribadinya bahkan telah merilis gim berbasis AI berjudul Whispers from the Star pada tahun lalu.
Pendiri miHoYo lainnya, Liu Wei, yang juga miliarder, menjabat sebagai direktur non-eksekutif MiniMax. Selain itu, HSK yang sebelumnya dikenal sebagai Sequoia Capital China juga tercatat sebagai investor awal.
Sebelum mendirikan MiniMax pada 2021, Yan Junjie memiliki pengalaman panjang di industri AI. Ia pernah bekerja lebih dari enam tahun di SenseTime dan menjabat sebagai wakil kepala institut riset perusahaan tersebut.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]