MARKET DATA

Dolar AS Hampir Tembus Rp17.000, OJK Minta Perbankan Lakukan Ini

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
19 January 2026 18:20
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae di Gedung DPR, Senin (19/1/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae di Gedung DPR, Senin (19/1/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berbicara mengenai dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terhadap industri perbankan.

Melansir data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,33% ke level Rp16.935/US$ pada penutupan perdagangan awal pekan ini, Senin (19/1/2026). Ini merupakan level penutupan terlemah sepanjang sejarah terbaru.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengakui bahwa pelemahan mata uang garuda terhadap mata uang greenback itu merupakan risiko pasar bagi perbankan. Ia menegaskan bahwa bank secara individu beserta otoritas harus melakukan assessment terhadap tantangan ini.

"Jadi saya kira itu harus di-assess individual bank seperti apa. Tentu ada semacam stresnya di mana masing-masing bank juga akan melakukan itu. Sejauh apa sih dampaknya, itu rutin biasanya mereka lakukan, di samping kita juga," ucap Dian saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (19/1/2026).

Sebagai dampak dari pelemahan rupiah tersebut, perbankan terpantau sudah mulai memasang kurs jual dengan nilai tembus Rp17.000. Bahkan ada yang menjual hingga tembus Rp17.200.

Yakni, bank asal Inggris PT Bank HSBC Indonesia. Per 09.02 WIB, bank itu menetapkan bank notes rates untuk harga jual sebesar Rp17.205.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! Rupiah Melemah 0,54%, Nilai Tukar Dolar AS Jadi Rp16.245


Most Popular
Features