Hashim Djojohadikusumo dan Northstar Dikabarkan Mau Caplok Emiten UDNG
Jakarta, CNBC Indonesia - Rumor kuat tentang akuisisi PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) oleh konsorsium besar kini menjadi perhatian pelaku pasar modal. Terlebih setelah masuknya salah satu Perusahaan yang dimiliki Hashim Djojohadikusumo ke dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) UDNG. Selain nama Hashim, anak usaha milik konglomerat Sugianyo Kusuma alias Aguan juga masuk ke dalam DPS UDNG.
Kabar tersebut mencuat setelah kolaborasi strategis antara Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, bersama Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) dan investor global Northstar Group, berhasil memformalkan entitas baru di sektor infrastruktur telekomunikasi berbasis serat optik bernama FiberCo dengan valuasi mendekati Rp14,6 triliun.
Dalam kemitraan tersebut, Indosat berencana memisahkan hampir seluruh aset fiber optik domestiknya. Perusahaan baru ini selanjutnya akan beroperasi sebagai platform infrastruktur fiber optik independen dan berakses terbuka (open-access). Lebih jauh mengenai skema yang akan diambil, Indosat dalam keterbukaan informasi di BEI menyebutkan aksi lanjutan akan ditentukan kemudian.
"Namun perusahaan mengindikasikan akan ada pengambilalihan atas FiberCo yang secara tidak langsung melalui suatu perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia, " ungkap Danil Budi Nugroho, Analisis Pasar Modal, seperti dikutip dalam risetnya Senin (19/1/2026).
"Transaksi tersebut akan mengakibatkan Para Pihak menjadi pemegang saham secara langsung di PT Tbk dan selanjutnya PT Tbk akan memiliki mayoritas saham di dalam Perusahaan Target," tulis manajemen Indosat dari keterbukaan informasi.
Selanjutnya para pihak akan melakukan serangkaian transaksi yang mencakup pengalihan Aset ke dalam Perusahaan Target dan pengambilalihan Perusahaan Target oleh PT Tbk melalui kombinasi utang dan penyetoran modal dalam bentuk non-tunai. Juga terbuka opsi setoran modal secara tunai yang diperoleh melalui penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu oleh PT Tbk.
Meski begitu, manajemen menyatakan perjanjian investasi ini merupakan dokumen awal sebagai kerangka atas pelaksanaan rencana transaksi. Selanjutnya tahapan transaksi akan bergulir sesuai mekanisme. Baik Indosat, Arsari ataupun Northstar belum mengungkap lebih jauh ihwal perusahaan Tbk yang diincar.
"Menurutnya Langkah ini dinilai oleh sejumlah analis sebagai sinyal kuat bahwa FiberCo berpotensi melakukan backdoor listing atau pengambilalihan saham UDNG, menjadikan emiten tambak udang yang semula bergerak di sektor perikanan sebagai platform investasi infrastruktur digital baru di Bursa Efek Indonesia, ungkap Danil.
Fenomena ini sudah berdampak pada pergerakan harga saham UDNG di pasar. Tahun lalu, saham UDNG tercatat menguat 248,94% dalam tempo 6 bulan. Namun, hingga kini, manajemen UDNG masih memilih bungkam.
(ayh/ayh)