Siasat Pensiun Ala Warren Buffet Agar Tetap Kaya Raya di Hari Tua
Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa yang tak ingin hidup pensiun dengan sejahtera dan banyak uang. Investor kawakan dunia dan CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffet membagikan tips untuk bisa menikmati masa pensiun.
Buffet menyarankan mengubah cara pandang pensiun adalah waktu untuk berhenti bekerja dan bersantai. Karena masa itu harusnya menjadi fase baru dalam kehidupan.
Biasanya masa pensiun menjadi waktu seseorang menghadapi masalah kesehatan. Hal ini membuat kualitas hidup menurun, bahkan memperpendek usia. Hal ini tak berlaku buat Buffet. Dia tetap memimpin perusahaannya meski berusia 92 tahun, dan tetap semangat bekerja.
Bahkan pola makan tak sehatnya yang sangat terkenal yakni menyukai cheeseburger, eskrim dan coca cola tak menghentikan dirinya untuk tetap bekerja.
Kepada para pensiunan, dia mengingatkan untuk menjaga keamanan finansial. Tidak sepenuhnya meninggalkan dukungan keuangan pada keluarga, namun terlebih dulu memastikan keuangan sendiri tetap sejahtera.
Jika terlalu banyak memberikan bantuan pada anggota keluarga, mereka bisa terjebak dalam masalah keuangan yang sulit pulih. Sebab tidak ada sumber pendapatan saat pensiun.
Terkait jumlahnya, Buffet tak menyebutkan pasti. Namun dalam bukunya "Tap Dancing to Work: Warren Buffett on Practically Everything, 1966-2013", dia hanya mengatakan 'cukup banyak untuk melakukan apapun, namun tidak begitu banyak sehingga mereka tidak melakukan apa-apa'.
Buffet juga memberikan nasihat soal strategi investasi, yang salah satunya berinvestasi pada dana indeks S&P 500. Strateginya sederhana, tak seperti kebanyakan orang, yakni membeli dana indeks berbiaya rendah.
Sebagai pensiunan juga tetap relevan memiliki dana di saham. Dia menyarankan untuk 90% portofolio investasinya, bahkan setelah meninggal, dialokasikan untuk dana indeks S&P 500.
Menurutnya, cara ini efisien untuk menghindari biaya berlebihan dalam akun investasi. Karena dapat mengurangi hasil akhir investasi seiring berjalannya waktu.
Sejumlah penasihatĀ berpendapat alokasi 90% ala Buffet terlalu besar. Khususnya untuk orang-orang yang telah berusia pensiun.
Namun Buffet mengatakan para penasihat memiliki insentif membuat investasi lebih rumit. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan lebih banyak uang.
Saat semua orang menyadari betapa sederhanya investasi, dia mengatakan 90% pendapatan penasihat itu akan hilang.
Dalam sebuah kesempatan, dia juga pernah mengkritik soal penasihat keuangan. Disebutnya, dia akan bertaruh pada monyet dibandingkan penasihat keuangan.
"Anda bisa menggunakan monyet yang melempar dart ke halaman [pasar saham], dan setelah menghilangkan biaya manajemen, saya akan bertaruh pada monyet-monyet itu dibanding penasihat keuangan," ujarnya.
(pgr/pgr)