MARKET DATA

Indika Energy (INDY) Bikin 2 Anak Usaha Baru, Garap Bisnis Ini

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
15 January 2026 12:30
Indika Energy
Foto: Rivi Satrianegara

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten energi PT Indika Energy Tbk (INDY) mengumumkan pembentukan anak usaha baru yang berbisnis di bidang manufaktur kendaraan bermotor melalui dua entitas anaknya, PT Energi Makmur Buana (EMB) dan PT Mitra Motor Group (MMG), pada 12 Januari 2026.

Anak usaha tersebut bernama PT INVI Manufaktur Andalan Indonesia (IMAI). Dengan ini, IMAI akan menjalankan kegiatan usaha di bidang industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih dan industri trailer dan semi trailer.

"Dengan pembentukan anak perusahaan ini, Perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi," jelas manajemen INDY dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa, (15/1/2026).

Untuk diketahui, EMB dan MMG merupakan anak perusahaan yang lebih dari 99% sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh PT Indika Energy Tbk. Manajemen Indika Energy menyatakan bahwa pendirian anak usaha ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

"Pembentukan ini dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikas Perseroan serta untuk memastikar agar Perseroan fokus
pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan," ungkapnya.

Sebelumnya, emiten terafiliasi konglomerat Arsjad Rasjid ini menegaskan akan melakukan efisiensi operasional dan fokus menggarap proyek tambang emas untuk memperbaiki kinerja keuangannya yang sempat anjlok di kuartal III-2025.

Presiden Direktur Indika Energy Aziz Armand menyebut, kondisi industri batu bara masih menantang. Namun, tren pemulihan mulai terlihat sejak Juli seiring membaiknya keseimbangan supply-demand.

Dia menambahkan bahwa perusahaan akan meningkatkan fokus pada cost efficiency di tahun 2026. Strategi utama INDY akan beralih pada cash preservation dan refocusing belanja modal untuk stabilitas jangka panjang.

Selain itu, perseroan memastikan bahwa sebagian besar capital expenditure tahun depan akan diarahkan untuk pengembangan tambang emas Awak Mas. Fokus tersebut sejalan dengan strategi diversifikasi bisnis non-batubara.

"Memang fokus kita adalah supaya tambang emas ini bisa mencapai atau menyelesaikan konstruksinya dan mulai komersialnya di awal tahun 2027, ataupun di akhir penyelesaian akhir 2026," jelas Aziz dalam paparan publik INDY, Kamis, (27/11/2025).

Sekadar mengingatkan, emiten pertambangan ini pada 9 bulan pertama 2025 anjlok 99% ke US$497 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu alias year on year (YoY). Performa INDY terutama ditekan oleh penurunan pendapatan, utamanya akibat penurunan harga rata-rata batu bara dan volume penjualan perseroan.

Sementara pendapatannya sebesar US$1,4 miliar atau turun 19% (YoY), lebih rendah dari US$1,78 miliar yang diraih pada periode yang sama tahun lalu. Namun beban pokok kontrak dan penjualan mengecil dari US$1,51 miliar selama 9M24 menjadi US$1,24 miliar selama sembilan bulan pertama tahun ini.

 

(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Sempat Tembus 8.000, IHSG Ditutup Merah Jelang HUT RI ke-80


Most Popular
Features