MARKET DATA

IHSG Cetak Rekor Baru, Perdana Ditutup di Atas Level 9.000

Redaksi,  CNBC Indonesia
14 January 2026 16:37
Pembukaan perdagangan bursa efek Indonesi tahun 2026, Jumat (2/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Pembukaan perdagangan bursa efek Indonesi tahun 2026, Jumat (2/1/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level resistance 9.000. Pada akhir perdagangan sesi kedua hari ini, Rabu (14/1/2026), indeks melesat 0,94% atau menguat 84,28 poin ke level 9.032,58.

Ini merupakan rekor harga penutupan perdagangan tertinggi IHSG dan untuk pertama kalinya berhasil ditutup di atas level psikologi 9.000.

Sebanyak 440 saham naik, 240 turun, dan 128 stagnan. Nilai transaksi hari ini terbilang ramai, mencapai Rp 29,30 triliun, melibatkan 64,37 miliar saham dalam 3,43 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun kini menyentuh level Rp 16.459 triliun atau nyaris mencapai US$ 1 miliar.

Tercatat ada enam saham yang ramai diserbu dan menjadi incaran investor hari ini, yakni Bumi Resources (BUMI), Aneka Tambang (ANTM), GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Merdeka Battery Materials (MBMA), Archi Indonesia (ARCI) dan Darma Henwa (DEWA). Transaksi di lima saham tersebut secara total mencapai Rp 12 triliun atau merepresentasikan lebih dari dua pertiga total nilai perdagangan hari ini.

BUMI, ANTM dan GOTO kompak menguat pada sesi pertama hari ini seiring dengan aksi beli investor. BUMI tercatat naik 2,96% ke level 418 dan ANTM 5,93% ke level 4.110 dan GOTO naik 5,97% ke Rp 71 per saham.

Mayoritas sektor perdagangan menguat dengan apresiasi terbesar dicatatkan oleh sektor infrastruktur dan konsumer non primer, sedangkan hanya sektor properti dan finansial yang terkoreksi hari ini.

Saham emiten konglomerat kompak menjadi penopang kinerja IHSG hari ini, setelah dua haru diperdagangkan secara volatil. Saham BREN Grup Barito milik Prajogo Pangestu, DSSA dan MORA Grup Sinar Mas serta BRMS dan BUMI Grup Bakrie kompak menjadi penopang kinerja IHSG.

Diketahui, aliran dana asing kembali masuk ke pasar modal Tanah Air sepanjang sesi 1 hari ini, Rabu (14/1/2026). Asing tercatat melakukan pembelian Rp 4,9 triliun dan penjualan Rp 4,2 triliun, sehingga asing membukukan net buy Rp 712,3 miliar.

Berdasarkan data perdagangan, saham komoditas menjadi incaran asing. Archi Indonesia (ARCI) menjadi saham dengan net buy terbesar, yakni Rp 235,4 miliar. Seiring dengan hal tersebut, saham ARCI naik 11,11% ke level 1.950 sepanjang sesi 1.

Kemudian Antam (ANTM) juga menjadi saham dengan net buy yang cukup besar, yakni Rp 186,6 miliar. Saham ANTM terkerek 5,41% ke level 4.090.

Selanjutnya tiga saham lain juga termasuk emiten komoditas, yakni Vale Indonesia (INCO) Rp 76,4 miliar, Bumi Resources Minerals (BRMS) Rp 64,6 miliar, dan J Resources Asia Pasifik (PSAB) Rp 64,6 miliar.

Sementara itu, Bursa Asia dibuka beragam pada Rabu, (14/1/2026). Meski demikian Indeks saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi di tengah sentimen politik pemilu.

Indeks Nikkei 225 sempat menguat hingga 1% dan menembus level 54.000 untuk pertama kalinya, setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 3% dan mencetak rekor baru. Sementara itu, indeks Topix melanjutkan penguatan ke level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan sekitar 0,6%.

Dalam perkembangan lain, tensi geopolitik di Timur Tengah belum mereda kendati Presiden Trump, menyatakan bahwa Iran mulai menunjukkan keinginan untuk bernegosiasi dengan Washington.

Pernyataan ini muncul di tengah ancaman serangan militer AS sebagai respons atas tindakan keras Teheran terhadap demonstran yang dilaporkan telah menelan ratusan korban jiwa.

Berbicara kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengungkapkan bahwa militer AS sedang mengkaji "opsi-opsi yang sangat kuat" untuk merespons situasi di Iran.

Di dalam negeri, pemerintah mulai bergerak cepat mempersiapkan insentif untuk musim mudik Lebaran 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu skema utama yang sedang digodok adalah pemberian diskon tarif transportasi massal, termasuk tiket pesawat dan kereta api.

Rencana ini bukan tanpa alasan. Berkaca pada kesuksesan stimulus ekonomi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya, insentif transportasi terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat.

Dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau, masyarakat memiliki sisa anggaran lebih besar yang biasanya akan dibelanjakan di kampung halaman. Hal ini menciptakan perputaran uang yang masif dari kota besar ke daerah.

Pemerintah menyadari bahwa mobilitas saat Lebaran adalah salah satu motor penggerak ekonomi kuartal kedua yang paling signifikan. Oleh karena itu, persiapan dilakukan jauh-jauh hari melalui koordinasi lintas kementerian.

Harapannya, kebijakan ini tidak hanya memudahkan masyarakat untuk bersilaturahmi, tetapi juga menjaga momentum pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Wall Street Kompak Menguat, Dow Jones Cetak Rekor Baru


Most Popular
Features