Target Harga BBTN, Diramal Bisa ke Sini
Jakarta, CNBC Indonesia — Analis KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dengan target harga Rp1.530.
Dengan mempertimbangkan valuasi-di mana saham BBTN diperdagangkan di bawah -1 standar deviasi historis-serta proyeksi pertumbuhan kredit 10-12% pada 2026, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih tinggi, dan laba bersih dua digit, KB Valbury Sekuritas menilai target Rp1.530 masih atraktif dan mempertahankan rekomendasi buy.
Sementara itu, sepanjang tahun berjalan saham BBTNÂ mengalami koreksi 0,43% ke level 1.170. Pagi ini saham BBTNÂ tercatat menguat 0,43%.Â
Dalam riset terbarunya, KB Valbury menilai BTN berada pada posisi strategis sebagai penerima manfaat utama program pemerintah penyediaan tiga juta rumah, termasuk keberlanjutan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Kenaikan batas gaji untuk segmen subsidi dinilai turut memperluas pangsa pasar pembiayaan perumahan BTN.
Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi juga menyoroti rampungnya spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) yang berpotensi membuka nilai tambah melalui entitas syariah yang lebih fokus dan responsif terhadap pertumbuhan permintaan pembiayaan syariah. Menurutnya, langkah tersebut akan menguntungkan BTN sebagai induk dalam jangka menengah-panjang.
Dari sisi kinerja, BTN mencatat laba bank only naik 21,1% secara tahunan (yoy) menjadi Rp2,91 triliun hingga November 2025, melampaui konsensus. Kinerja ini ditopang lonjakan pendapatan bunga bersih (NII) 46,3% yoy menjadi Rp15,79 triliun, dengan pertumbuhan pendapatan bunga 19,2% yoy dan kenaikan biaya dana yang relatif terkendali 1,3% yoy.
Penyaluran kredit BTN juga tumbuh 8,7% menjadi Rp386,47 triliun hingga November 2025, lebih tinggi dari pertumbuhan industri perbankan pada periode yang sama. DPKÂ meningkat 15,8% yoy menjadi Rp423,96 triliun, sementara CASA tumbuh 6,8% yoy, mencerminkan penguatan strategi pendanaan berbasis dana murah.
Sejalan dengan perbaikan fundamental, net interest margin (NIM) BTN naik ke kisaran 3,55% hingga November 2025 dari 3,49% pada Oktober. Cost to Income Ratio (CIR) membaik, credit cost terjaga di 1,73%, dan return on equity (ROE) meningkat menjadi 9,0%.
Pengamat properti Panangian Simanungkalit menilai 2026 berpotensi menjadi awal kebangkitan sektor properti seiring pemulihan ekonomi. Ia menambahkan, BTN memiliki kapasitas besar untuk menopang program tiga juta rumah, tercermin dari data BP Tapera yang menunjukkan BTN sebagai penyalur KPR FLPP terbesar dengan 132.744 unit pada 2025.
(mkh/mkh)[Gambas:Video CNBC]