IHSG Berat Tembus Level 9.000, Dua Saham Ini Diserbu

mkh, CNBC Indonesia
Rabu, 14/01/2026 09:24 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berusaha menembus level resistance 9.000. Pagi ini, Rabu (14/1/2026), indeks sempat menyundul level 9.000, tetapi kembali terpental ke level 8.900-an. 

Per pukul 09.20 WIB, indeks berada di level 8.986,93, naik 0,43% dari harga penutupan perdagangan kemarin. Sebanyak 336 saham naik, 236 turun, dan 386 stagnan. 

Nilai transaksi pagi ini terbilang ramai, yakni Rp 5,42 triliun, melibatkan 9,24 miliar saham dalam 562.100 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun masih berkutat di level Rp 16.300-an triliun. 


Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, ada dua saham yang menjadi incaran investor, yakni Bumi Resources (BUMI) dan Antam (ANTM). Dua saham itu, masing-masing membukukan total transaksi Rp 1,39 triliun dan Rp 1,07 triliun. 

BUMI dan ANTM pagi ini kompak menguat seiring dengan aksi beli investor. BUMI tercatat naik 3,45% ke level 420 dan ANTM 5,67% ke level 4.100. 

Sementara itu, Bursa Asia dibuka beragam pada Rabu, (14/1/2026). Meski demikian Indeks saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi di tengah sentimen politik pemilu.

Indeks Nikkei 225 sempat menguat hingga 1% dan menembus level 54.000 untuk pertama kalinya, setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 3% dan mencetak rekor baru. Sementara itu, indeks Topix melanjutkan penguatan ke level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan sekitar 0,6%.

Dalam perkembangan lain, tensi geopolitik di Timur Tengah belum mereda kendati Presiden Trump, menyatakan bahwa Iran mulai menunjukkan keinginan untuk bernegosiasi dengan Washington.

Pernyataan ini muncul di tengah ancaman serangan militer AS sebagai respons atas tindakan keras Teheran terhadap demonstran yang dilaporkan telah menelan ratusan korban jiwa.

Berbicara kepada awak media di pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengungkapkan bahwa militer AS sedang mengkaji "opsi-opsi yang sangat kuat" untuk merespons situasi di Iran.

Di dalam negeri, pemerintah mulai bergerak cepat mempersiapkan insentif untuk musim mudik Lebaran 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa salah satu skema utama yang sedang digodok adalah pemberian diskon tarif transportasi massal, termasuk tiket pesawat dan kereta api.

Rencana ini bukan tanpa alasan. Berkaca pada kesuksesan stimulus ekonomi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya, insentif transportasi terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat.

Dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau, masyarakat memiliki sisa anggaran lebih besar yang biasanya akan dibelanjakan di kampung halaman. Hal ini menciptakan perputaran uang yang masif dari kota besar ke daerah.

Pemerintah menyadari bahwa mobilitas saat Lebaran adalah salah satu motor penggerak ekonomi kuartal kedua yang paling signifikan. Oleh karena itu, persiapan dilakukan jauh-jauh hari melalui koordinasi lintas kementerian.

Harapannya, kebijakan ini tidak hanya memudahkan masyarakat untuk bersilaturahmi, tetapi juga menjaga momentum pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menanti IHSG 10.000, Sektor Ini Jadi Incaran Manajer Investasi