Strategi Penguatan Ekosistem Emas Demi Pertumbuhan Ekonomi 8%

Teti Purwanti, CNBC Indonesia
Senin, 12/01/2026 10:50 WIB
Foto: Gold Outlook 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi emas menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang, mengingat emas dikenal sebagai aset safe haven dan menjadi pegangan di masa krisis. Sejarah telah mencatat bagaimana emas tetap berdiri kokoh yang tak lekang oleh waktu, terutama di tengah fluktuasi inflasi dan tekanan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Apalagi melihat refleksi perjalanan harga emas dalam dua tahun terakhir yang menunjukkan momentum luar biasa. Di mana tren penguatan konsisten membawa emas menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Bahkan, berdasarkan catatan Tim Riset CNBC Indonesia, harga emas telah mencetak rekor 50 kali sepanjang 2025.

Harga emas pada 2025 ditutup di posisi US$ 4.310,19 per troy ons atau jatuh 0,83%, pada Rabu (31/12/2025). Meski turun pada akhir 2025, harga emas tetap menutup 2025 di level US$ 4.300 per troy ons. Ini adalah level yang tidak terbayangkan sebelumnya karena emas mengawali 2025 di level US$ 2.600 per troy ons.


Selain itu, sektor emas juga disebut memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, baik sebagai sumber devisa maupun instrumen keuangan.

Berkat potensi besar yang dimiliki Indonesia, baik dari sisi sumber daya alam maupun permintaan pasar domestik, penguatan hubungan antara sektor hulu dan hilir terus dilakukan agar menghasilkan nilai tambah yang optimal bagi perekonomian nasional.

Tidak heran jika pemerintah memperketat ekspor emas dengan kebijakan bea keluar yang berlaku sejak akhir Desember 2025 lalu demi mendukung program hilirisasi produk mineral berupa emas di dalam negeri dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan usaha sektor emas.

Di sisi lain, bagi para investor dan pelaku industri, tahun Kuda Api ini menuntut kewaspadaan yang jauh lebih tajam.

Di balik potensi keuntungan yang besar dari lonjakan harga akibat konflik global, pemahaman mendalam mengenai manajemen risiko, ketepatan momentum pembelian (market timing), serta pemilihan produk yang tepat menjadi faktor pembeda antara spekulasi yang berbahaya dan investasi yang cerdas.

Untuk membedah lebih jauh terkait komoditas emas di tahun ini, CNBC Indonesia akan menyelenggarakan Gold Outlook 2026 yang mempertemukan regulator, pelaku industri terkemuka, hingga analis dan investor.

Forum diskusi ini akan membedah lebih dalam terkait proyeksi pasar emas pada tahun ini dari berbagai sisi, baik dari sisi pasokan dan permintaan pasar, serta dari sisi kebijakan dalam negeri dan dinamika kondisi geopolitik dunia yang memengaruhi komoditas ini.

Jadi jangan sampai ketinggalan, pantau siaran langsungnya di cnbcindonesia.com, CNBC Indonesia TV. Selain itu, acara juga akan Live di youtube CNBC Indonesia serta IG cnbcindonesia dan TikTok cnbcindonesia.


(bul/bul)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Emas Pecah Rekor Lagi, Investasi Aset Emas Jadi Rebutan