Brand Minuman Milk Tea Chagee Kaji IPO di Hongkong

linda hasibuan, CNBC Indonesia
Minggu, 11/01/2026 07:15 WIB
Foto: Perusahaan teh susu asal Tiongkok Chagee. (Wikipedia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jaringan gerai teh terkemuka asal China, Chagee Holdings Ltd, dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk melantai di bursa saham Hongkong.

Mengutip China Daily, langkah strategis ini menandai tren perusahaan-perusahaan besar yang semakin gencar mengincar pusat keuangan Asia tersebut untuk penawaran umum perdana (IPO) saham mereka.

Sumber yang mengetahui rencana ini mengungkapkan bahwa Chagee telah memulai pembicaraan dengan sejumlah bank investasi.


Kemungkinan penjualan saham ini diproyeksikan dapat meraup dana hingga ratusan juta dolar AS dan kemungkinan besar akan dieksekusi pada tahun 2026 ini.

Sebelumnya, Chagee telah sukses melantai di bursa Amerika Serikat melalui IPO pada tahun 2025. Aksi korporasi tersebut sempat melambungkan kekayaan CEO Chagee, Zhang Junjie, yang saat itu berusia 30 tahun, menjadikannya seorang miliarder.

Kendati demikian, pembahasan masih berlangsung dan Chagee mungkin memutuskan untuk tidak melanjutkan penjualan saham di Hong Kong, kata sumber tersebut. Selain itu, perusahaan juga masih harus mendapatkan persetujuan dari pihak regulator terkait.

Didirikan pada tahun 2017 di provinsi Yunnan, barat daya China, Chagee mengkhususkan diri dalam teh susu premium menggunakan campuran tradisional China. Hingga akhir September, perusahaan ini memiliki jaringan 7.338 kedai teh, terutama di China.

Saham Chagee di AS telah turun lebih dari 50% sejak pencatatannya pada April 2025, sehingga nilai pasar perusahaan tinggal sekitar US$ 2,5 miliar.

Pendapatan turun 9,4% dibandingkan tahun sebelumnya pada kuartal ketiga menjadi sekitar US$ 450 juta, sementara laba bersih merosot lebih dari 35 persen di tengah persaingan harga rendah dari platform pengiriman makanan China, menurut laporan triwulanan Chagee.

Setelah kinerja yang kuat pada tahun 2025, Hong Kong berada di jalur untuk mencatat Januari terbaik dalam sejarah untuk pencatatan saham baru, dengan 11 perusahaan sudah siap untuk mengumpulkan dana hingga US$ 4,1 miliar.

Tidak seperti Chagee, sebagian besar perusahaan yang terdaftar adalah perusahaan China yang terkait dengan kecerdasan buatan. KPMG memperkirakan pencatatan saham di Hong Kong akan mengumpulkan dana hingga US$ 45 miliar pada tahun 2026.


(lih/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menanti IHSG 10.000, Sektor Ini Jadi Incaran Manajer Investasi