Ternyata Gara-Gara Ini Banyak Kredit Nganggur di Bank

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Kamis, 08/01/2026 18:20 WIB
Foto: Bank Maybank Indonesia. (Dok. Maybank)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) buka suara mengenai tingginya tingkat undisbursed loan atau kredit perbankan yang belum dicairkan.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyebut tingkat kredit yang tersalurkan oleh pihaknya berada dalam tingkat yang cukup stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Namun, ia mengakui bahwa saat ini nasabah sedang memasang mode hati-hati dalam menggunakan kredit. Steffano menyebut para nasabah menggunakan kredit sesuai dengan kebutuhan mereka.


"Tapi memang kami melihat juga banyak nasabah yang lebih hati-hati menggunakan fasilitasnya. Sesuai dengan kondisi dari kebutuhan mereka. Karena kan fasilitasnya dipakai berdasarkan kebutuhan. Ada kebutuhan baru dipakai," ujar Steffano saat ditemui di Kantor Maybank Indonesia, Sentral Senayan III, Kamis (8/1/2026).

Steffano kemudian menegaskan lagi bahwa secara garis besar, tingkat disbursed loan Maybank Indonesia dalam level yang cukup stabil. Ia kemudian merincikan bahwa tingkat utilisasi penyaluran kredit bank itu sebesar 50% hingga 60%.

Menilik laporan keuangan bulanan Maybank, total kredit dan pembiayaan syariah yang disalurkan mencapai mencapai Rp 107,83 triliun per November 2025. Angka tersebut turun ketimbang periode yang sama setahun sebelumnya sebesar Rp 111,70 triliun.

Untuk tahun ini, Steffano mengungkapkan Maybank Indonesia membidik pertumbuhan kredit di sekitar 9% hingga 10%.

Mengingatkan saja, Bank Indonesia (BI) mencatat total undisbursed loan atau kredit yang belum disalurkan perbankan pada November 2025 masih besar, yaitu senilai Rp2.509,4 triliun. Hal ini diungkap oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (17/12/2025).

Menurut Perry, undisbursed loan senilai Rp 2.509 triliun ini setara dengan 23,18% dari plafon kredit yang tersedia.

"Fasilitas pinjaman yang belum dicairkan pada November 2025 masih besar, yaitu mencapai Rp 2.509,4 triliun," papar Perry.

Sementara itu, pertumbuhan kredit hanya mencapai 7,74% secara tahunan atau year on year (yoy). Angka ini tercatat tumbuh lebih cepat dari bulan Oktober sebesar 7,36% yoy, namun masih jauh di bawah target yang ditetapkan oleh BI.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ini Dia, Bocoran Pertumbuhan Kredit 2026 Dari Perbanas