MARKET DATA

Bursa Asia Dibuka Mixed, Investor Menanti Data Penting Australia

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
07 January 2026 08:47
Papan elektronik menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) dan nilai tukar antara dolar AS dan won Korea Selatan, di ruang transaksi sebuah bank, di Seoul, Korea Selatan, 7 April 2025. Yonhap/via REUTERS
Foto: via REUTERS/Yonhap News Agency

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Rabu, (7/1/2026) seiring investor menanti rilis data inflasi Australia.

Melansir CNBC.com, Negeri Kanguru dijadwalkan mengumumkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) November, dengan inflasi utama diperkirakan sebesar 3,6% dan trimmed mean 3,3% secara tahunan.

Indeks acuan Australia ASX/S&P 200 menguat 0,37% menjelang pengumuman data tersebut. Pelaku pasar mencermati angka inflasi ini sebagai petunjuk arah kebijakan moneter bank sentral ke depan.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,45% sementara Topix turun 0,63% pada perdagangan pagi. Berbeda arah, pasar saham Korea Selatan mencatatkan penguatan dengan Kospi melonjak 1,89% meski Kosdaq terkoreksi tipis 0,12%.

Sementara itu, indeks berjangka Hang Seng mengindikasikan pembukaan yang lebih lemah di Hong Kong. Kontrak futures Hang Seng diperdagangkan di level 26.685, sedikit di bawah penutupan sebelumnya di 26.710,45.

Dari Amerika Serikat, futures saham bergerak relatif datar pada awal perdagangan Asia. Investor cenderung bersikap hati-hati setelah Wall Street mencetak rekor baru pada sesi sebelumnya.

Pada perdagangan semalam, indeks S&P 500 naik 0,62% dan menutup perdagangan di rekor tertinggi 6.944,82. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 484,90 poin atau 0,99% ke level 49.462,08, sementara Nasdaq Composite menguat 0,65% dan berakhir di 23.547,17.

 

(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Wall Street Ngegas, Bursa Asia Mengekor Naik


Most Popular
Features