Saham Chevron Lompat 8% Usai AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham sektor energi dan pertahanan di Wall Street naik setelah AS menggulingkan presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan Presiden Trump berjanji bahwa perusahaan pengeboran Amerika akan menghidupkan kembali produksi minyak mentah negara tersebut.
Saham raksasa migas Chevron, satu-satunya perusahaan minyak AS yang tersisa di Venezuela, melonjak sekitar 8% sebelum pembukaan pasar. Saham-saham lain yang mengalami kenaikan besar termasuk ConocoPhillips dan Exxon Mobil, yang menarik diri dari Venezuela hampir 20 tahun yang lalu setelah pendahulu Maduro menasionalisasi aset mereka. Saham jasa ladang minyak seperti SLB dan Baker Hughes juga naik.
Saham sektor pertahanan global, seperti Rheinmetall dari Jerman, menguat karena investor bertaruh pada meningkatnya ketegangan geopolitik.
Harga minyak mentah global masih terus berfluktuasi. Kontrak berjangka minyak mentah Brent-patokan untuk harga internasional-turun sekitar 2%, sebelum pulih. Para pedagang energi mengatakan masih ada hambatan signifikan sebelum minyak Venezuela mengalir lebih bebas ke pasar global.
Kontrak berjangka saham AS lesu. Kontrak Nasdaq-100 memimpin kenaikan, didukung oleh saham-saham terkait AI seperti AMD dan Micron. Saham-saham teknologi juga naik di Asia.
Kontrak emas berjangka, yang biasanya dianggap sebagai tempat berlindung di saat-saat berisiko, naik sekitar 2,5%. Perak melonjak lebih dari 6% dan tembaga juga mengalami kenaikan.
(fsd/fsd)[Gambas:Video CNBC]