MARKET DATA

Sambut Tahun Baru, Investor Asing Diam-Diam Serok 10 Saham Ini

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
05 January 2026 08:25
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/9/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/9/2025). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penutupan akhir tahun dan pembukaan awal tahun perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung dalam pekan lalu. Pada pembukaan perdagangan perdana 2026 di hari Jumat (2/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 1,17% ke posisi 8.748,13.

Dalam rentang Senin (29/12/2025) hingga Jumat (2/1/2026), indeks tercatat bergerak naik 1,18%. Perdagangan hanya berlangsung selama tiga hari selama pekan lalu, dikarenakan libur bursa pada tanggal 31 Desember 2025 dan 1 Januari 2026.

Sementara itu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih jumbo sebesar Rp4,38 trilliun di seluruh pasar dan sebesar Rp4,55 triliun di pasar negosiasi dan tunai. Di samping itu, asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp170,96 miliar di pasar reguler.

Lantas apa saja saham yang kompak masuk keranjang beli asing selama perdagangan pekan lalu? Mengutip Indo Premier, berikut 10 saham terbanyak dalam net foreign buy pekan lalu!

  1. PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) - Rp914,3 miliar
  2. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp512,8 miliar
  3. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Rp280,3 miliar
  4. PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) - Rp276 miliar
  5. PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) - Rp266,7 miliar
  6. PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) - Rp241,6 miliar
  7. PT Humpuss Maritim Internasional Tbk. (HUMI) - Rp176,2 miliar
  8. PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) - Rp159,1 miliar
  9. PT United Tractors Tbk. (UNTR) - Rp158,9 miliar
  10. PT Astra International Tbk. (ASII) - Rp141,8 miliar
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Asing Banjiri Bursa, tapi Saham-Saham Ini Justru Jadi 'Korban' Jual


Most Popular
Features